DENPASAR — Tradisi perhitungan wariga masih menjadi pegangan kuat masyarakat Bali dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai niat suci. Khusus pada bulan Mei 2026, umat yang hendak membangun Pura, Merajan, atau bangunan pendukung seperti lumbung dan dapur disarankan untuk merujuk pada dua hari yang memiliki kualifikasi spiritual tinggi.
Berdasarkan perhitungan kalender sidi, terdapat perpaduan antara keberuntungan Amerta Dewa dan kemuliaan Dewa Ngelayang yang jatuh secara bersamaan pada dua tanggal tersebut. Selasa, 19 Mei 2026 dinilai sebagai waktu yang sangat ideal untuk menitikberatkan pada kegiatan Dewa Yadnya.
Kualitas hari Amerta Dewa memberikan restu bagi umat yang ingin memulai pembangunan tempat ibadah, baik itu Pura, Merajan, maupun bangunan pendukung lainnya seperti lumbung dan dapur. Di saat yang sama, kehadiran Dewa Ngelayang memperluas ruang lingkup kegiatan hingga mencakup urusan Pitra Yadnya, sehingga prosesi penghormatan kepada leluhur juga sangat baik dilakukan pada hari ini.
Selang dua hari kemudian, siklus energi yang serupa kembali berulang. Tanggal 21 Mei 2026 menyajikan peluang emas bagi keluarga yang sempat melewatkan momentum sebelumnya. Struktur hari ini tetap konsisten mendukung pembangunan fisik bangunan suci.
Memulai peletakan batu pertama atau renovasi lumbung pangan pada tanggal ini dipercaya membawa ketahanan spiritual dan kemakmuran bagi rumah tangga. Pengulangan kombinasi Amerta Dewa dan Dewa Ngelayang dalam satu pekan ini merupakan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan dengan perencanaan matang.
Memilih hari yang tepat dalam membangun tempat suci bertujuan untuk menyelaraskan energi mikrokosmos (manusia) dengan makrokosmos (alam semesta). Kegiatan pembangunan bukan sekadar menyusun bata dan beton, melainkan wujud pengabdian tulus.
Oleh karena itu, persiapan sarana upakara yang menyertai pembangunan lumbung, dapur, maupun tempat suci harus segera dikoordinasikan agar selaras dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh perhitungan dewasa ini. Penggunaan hari yang baik diharapkan mampu menghadirkan keselamatan dan kedamaian, serta memastikan bahwa setiap bangunan yang didirikan memiliki pondasi niskala yang kuat sesuai dengan tuntunan tradisi.