PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) mengantongi Statement of Compliance (SOC) berstandar internasional pada Desember 2025 sebagai langkah awal ekspansi layanan ke China. Capaian ini memperkuat posisi BKI dalam mengejar keanggotaan penuh pada International Association of Classification Societies (IACS) sekaligus meningkatkan standar keselamatan pelayaran nasional.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI terus memacu kredibilitasnya di panggung maritim global. Badan klasifikasi plat merah ini baru saja menerima Statement of Compliance (SOC) atas sistem manajemen mutunya setelah melewati proses audit ketat oleh SGS China pada 26 Desember 2025. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa layanan klasifikasi dan statutoria BKI telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh IACS.
Sertifikasi internasional ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan tiket bagi BKI untuk memperluas jangkauan operasionalnya. Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, menyatakan bahwa perusahaan kini tengah menjajaki pembukaan unit layanan di China. Langkah strategis ini diawali dengan kunjungan resmi ke Maritime Safety Administration of the People's Republic of China pada akhir Januari 2026.
Ekspansi ke Negeri Tirai Bambu bertujuan untuk mendekatkan dukungan teknis kepada pengguna jasa BKI yang beroperasi di pasar internasional. Kehadiran fisik di pusat aktivitas maritim dunia dianggap krusial agar BKI bisa lebih responsif terhadap kebutuhan industri. "Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BKI untuk memperluas jangkauan layanan serta mendekatkan dukungan teknis kepada pelanggan di kawasan Asia dan pasar global," ujar Benny pada Selasa (27/1/2026).
Selain memperluas pasar, penguatan standar mutu ini menjadi syarat mutlak bagi BKI dalam proses menuju keanggotaan IACS. Dengan standar yang diakui secara global, daya saing BKI diharapkan meningkat, sehingga mampu bersaing dengan badan klasifikasi internasional lainnya dalam memberikan jasa survei dan sertifikasi kapal.
Di level operasional domestik, BKI juga tengah fokus membenahi standar keselamatan kapal cepat penumpang (HSC). Batam dipilih menjadi titik sentral penguatan standar ini karena intensitas pelayarannya yang sangat tinggi, terutama untuk rute internasional menuju Singapura dan Malaysia. Karakteristik kapal cepat yang berbeda dari kapal konvensional menuntut pendekatan teknis yang lebih spesifik.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI (Persero), Arief Budi Permana, menekankan bahwa kapal cepat memiliki tingkat risiko operasional yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penerapan standar keselamatan tidak bisa disamaratakan. BKI berperan sebagai gerbang awal melalui proses klasifikasi dan sertifikasi untuk memastikan setiap armada yang beroperasi di wilayah tersebut benar-benar laik berlayar.
"Proses klasifikasi dan sertifikasi menjadi gerbang awal untuk menjamin setiap kapal telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” tutur Arief dalam kegiatan sosialisasi di Batam, Sabtu (9/5/2026). Forum ini melibatkan regulator dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta para pelaku usaha pelayaran untuk menyatukan persepsi mengenai aturan keselamatan di laut.
Salah satu kendala utama yang sering ditemukan di lapangan adalah adanya ruang multitafsir dalam proses sertifikasi kapal. Melalui koordinasi intensif di Batam, BKI berupaya menyelaraskan antara aturan nasional, standar teknis klasifikasi, dan praktik operasional sehari-hari. Tujuannya agar regulasi yang ketat tidak justru menjadi penghambat bagi kelancaran arus logistik dan mobilitas penumpang.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan acuan yang lebih jelas dan terukur bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan pemahaman yang solid antara regulator dan operator, standar keselamatan dapat ditegakkan tanpa mengabaikan efisiensi bisnis pelayaran. Fokus utamanya adalah menjaga kepercayaan publik bahwa setiap perjalanan laut, secepat apa pun lajunya, tetap menempatkan aspek nyawa manusia sebagai prioritas tertinggi.
Secara keseluruhan, penguatan standar di dalam negeri dan ekspansi ke pasar luar negeri menunjukkan ambisi BKI untuk bertransformasi menjadi pemain kunci di industri maritim global. Keberhasilan meraih SOC dan rencana pembukaan kantor di China menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem maritim Indonesia di masa depan.