Siswi SMKN 3 Sukawati Sheera Tembus Top 14 The Icon Indonesia

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 22:00:12 WIB
Sheera Katya Ariana, siswi SMKN 3 Sukawati, melaju ke babak Top 14 The Icon Indonesia.

GIANYAR — Sheera Katya Ariana, siswi kelas 10 SMK Negeri 3 Sukawati (KOKAR), resmi melaju ke babak Top 14 ajang pencarian bakat The Icon Indonesia. Penampilannya akan ditayangkan secara langsung melalui stasiun televisi SCTV pada Senin (4/5/2026) pukul 21.15 WIB.

Remaja asal Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar ini terpilih dari sekitar 4.000 peserta yang mendaftar sejak Januari 2026. Sheera kini bersaing ketat dengan 13 kontestan lain dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan gelar penyanyi pop masa depan. Sebelumnya, ia telah melewati fase 'The Duel' atau babak Top 24 yang menyisihkan 10 peserta.

Rekam Jejak Prestasi dari Bulan Bahasa Bali hingga Idola Cilik

Sheera bukan sosok baru dalam dunia kompetisi tarik suara. Pada Februari 2026, ia meraih juara 1 kategori lagu pop Bali tingkat SMA/SMK dalam ajang Bulan Bahasa Bali. Prestasi tersebut membawanya bertemu langsung dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menyerahkan piala penghargaan secara formal.

Bakat bernyanyinya sudah terasah sejak usia enam tahun. Sheera tercatat pernah mengikuti The Voice Kids Indonesia saat berusia 10 tahun. Dua tahun kemudian, ia berhasil menembus babak 10 besar Idola Cilik dan menjalani masa karantina selama tiga bulan di Jakarta.

Selain mengandalkan teknik vokal, siswi jurusan Seni Musik Populer ini juga aktif menciptakan karya sendiri. Hingga tahun 2024, ia telah merilis lima lagu secara independen di berbagai platform digital. Ia juga menguasai instrumen musik seperti keyboard dan gitar yang dipelajari secara otodidak sejak masa pandemi.

Perjalanan Panjang Menuju Panggung The Icon Indonesia

Proses seleksi yang dilalui Sheera tergolong panjang dan kompetitif. Dimulai dari audisi daring melalui TikTok pada Januari 2026, ia kemudian lolos tahap seleksi Zoom hingga audisi luring di Yogyakarta pada 22 Februari 2026. Dari ribuan pendaftar, ia terpilih masuk dalam 24 besar yang dikarantina di Jakarta sejak 5 April lalu.

"Tiap minggu ada eliminasi, sekarang tinggal 14 peserta," ujar ibunda Sheera, Virli Melati, saat memberikan keterangan pada Minggu (3/5).

Virli menjelaskan bahwa konsistensi putrinya adalah kunci utama hingga bisa bertahan di panggung nasional. Sejak kecil, Sheera sudah menunjukkan ambisi kuat di dunia musik, mulai dari rajin mengikuti lomba di sanggar hingga aktif memproduksi konten cover lagu di media sosial.

Mekanisme Virtual Gift dan Harapan Dukungan Pemerintah Bali

Memasuki babak Top 14, sistem kompetisi mulai memberlakukan fitur Virtual Gift. Mekanisme ini memungkinkan penonton untuk menyelamatkan peserta favorit yang berada di zona merah atau posisi tidak aman. Dukungan publik menjadi faktor krusial selain penilaian dari dewan juri.

Pihak keluarga berharap adanya dukungan nyata dari masyarakat serta Pemerintah Provinsi Bali. Virli menilai dukungan daerah sangat penting untuk mendongkrak promosi kontestan, sebagaimana yang sering dilakukan pemerintah daerah lain terhadap wakil mereka di ajang nasional.

"Harapannya tentu bisa mendapat dukungan dari masyarakat Bali, termasuk Bapak Gubernur dan jajarannya," ungkap Virli.

Panel Juri Papan Atas dan Format Kompetisi SCTV

The Icon Indonesia menghadirkan panel juri dari lintas generasi musik Indonesia. Nama-nama besar seperti Ahmad Dhani, Titi DJ, Isyana Sarasvati, Afgan, Andien, Ardhito Pramono, Adrian Khalif, hingga Uan Kaisar menjadi penentu kualitas para kontestan. Acara ini dipandu oleh duet presenter Desta dan Ananda Omesh.

Setelah babak Top 14 ini, para kontestan yang bertahan akan melaju ke babak Top 8 bertajuk 'The Duet'. Pada fase tersebut, peserta ditantang untuk berkolaborasi langsung dengan penyanyi asli dari lagu yang mereka bawakan di atas panggung.

Persaingan menuju gelar juara diprediksi semakin sengit mengingat standar penilaian juri yang semakin tinggi setiap pekannya. Bagi Sheera, panggung ini adalah pembuktian kualitas musisi muda Bali di kancah industri musik populer Indonesia.

Reporter: Wahyu Hidayat
Back to top