Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perangkat daerah dan anggota aparatur sipil negara atas dedikasi mereka dalam mendukung pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4.
Acara ini dirancang sebagai wadah gotong royong yang memberikan kesempatan kepada anggota ASN menampilkan bakat sambil berbagi rezeki dengan para pelaku IKM dan UMKM yang berjualan di area Art Center. Dalam penilaian penampilan, Gubernur Koster memperhatikan detail pilihan warna, motif kostum, keharmonisan busana dengan peserta, dan ekspresi di atas panggung.
Perangkat Daerah BPBD Provinsi Bali berhasil memperoleh penilaian khusus karena mampu menggabungkan semua kriteria yang diperhatikan Gubernur. Pihak ASN yang terlibat berasal dari Bappeda Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, dengan total 130 peserta menampilkan kategori busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, dan busana kasual.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menekankan bahwa kegiatan ini yang diadakan setiap bulan sekali dirancang untuk membangun solidaritas dan kerja sama antara ASN dengan pelaku IKM dan UMKM. "Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk memberikan ruang bagi desainer, pelaku IKM dan UMKM, serta konsumen," ujarnya dalam sambutannya.
Dekranasda Bali Fashion Day menjadi platform bagi desainer berbakat untuk mengembangkan kemampuan menciptakan karya berkualitas yang dapat diperkenalkan ke masyarakat Bali, serta menembus pasar nasional dan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Putri Koster mengingatkan warga Bali khususnya aparatur sipil negara untuk menggunakan pakaian berbahan kain tenun tradisional endek. Langkah ini penting mengingat produksi kain tenun tradisional endek kini mulai langka karena semakin berkurangnya sumber daya manusia yang mencintai pekerjaan menenun.
"Mari kita cintai produk kain tradisional khas Bali berupa tenun endek sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan warisan leluhur," tegas Ibu Putri Koster. Dia juga menyoroti tenun ikat ganda, atau kain gringsing dari Karangasem, sebagai salah satu kerajinan kain paling langka di dunia yang diproduksi secara tradisional dan dipercaya memiliki kekuatan magis.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal Bali sehingga mampu mengangkat citra produk lokal setara dengan produk nasional dan internasional. Dengan melibatkan ASN sebagai pengguna dan promotor sekaligus, diharapkan perputaran ekonomi pelaku IKM dan UMKM di area Art Center terus terjaga.