DENPASAR — Audiensi jajaran WHDI Bali di Gedung Nari Graha membahas penguatan peran organisasi perempuan Hindu dalam pendidikan karakter masyarakat. Putri Koster menilai WHDI memiliki posisi strategis sebagai wadah komunikasi dan informasi ajaran agama Hindu di tengah umat.
Pertemuan tersebut juga membicarakan rencana program yang akan dijalankan WHDI Bali dalam waktu dekat. Salah satunya kegiatan edukasi keagamaan yang menyasar kelompok usia sekolah.
WHDI Bali Siapkan Webinar Catur Guru untuk Pelajar SMP hingga SMK
Ketua WHDI Bali Tjokorda Istri Sri Ramaswati menyampaikan rencana pelaksanaan webinar bertajuk "Catur Guru" yang menyasar generasi muda, khususnya siswa SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan karakter di tengah perkembangan era digital.
Pemahaman tentang Catur Guru diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk perundungan atau bullying.
"Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Catur Guru, kita berharap mereka memiliki pegangan dalam berpikir dan berperilaku sehingga tidak keluar dari koridor nilai-nilai agama," kata Tjokorda Istri Sri Ramaswati.
Pemahaman Agama Dinilai Harus Tampak dalam Sikap Sehari-hari
Putri Koster menyampaikan dukungan terhadap program WHDI Bali yang dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman keagamaan sekaligus membangun karakter masyarakat.
"WHDI penting untuk terus tumbuh dan aktif di tengah masyarakat sebagai wadah komunikasi dan informasi mengenai ajaran agama Hindu. Dari sini kita dapat memperkuat pemahaman umat sekaligus membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama," ujarnya.
Menurutnya, pemahaman agama tidak cukup hanya dalam aspek pengetahuan. Nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui sikap toleransi, tata krama, dan perilaku yang harmonis di tengah keberagaman.
Putri Koster Harap WHDI Bali Perluas Peran Edukasi Masyarakat
Putri Koster berharap WHDI Bali dapat mengambil peran lebih luas dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat. Peran itu tidak hanya melalui pengajaran agama, tetapi juga lewat kegiatan pendidikan dan sosial.
Sinergi Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan WHDI Bali diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun SDM Hindu yang unggul, berkualitas, dan berkarakter, dengan tetap berpijak pada ajaran Hindu, adat, dresta, dan kearifan lokal.
"Sinergi ini kita harapkan mampu menjadi legacy bagi organisasi dalam memajukan sumber daya manusia Hindu. Dengan ruang gerak yang berlandaskan ajaran Hindu serta tetap berpijak pada adat, dresta, dan kearifan lokal, kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter," pungkasnya.