Pencarian

Ipswich Town Incar Hentikan Kutukan Klub Yo-Yo di Premier League

Senin, 24 Agustus 2026 • 22:16:01 WIB
Ipswich Town Incar Hentikan Kutukan Klub Yo-Yo di Premier League
Pemain Ipswich Town merayakan gol kemenangan atas Sunderland pada laga pembuka Premier League di Portman Road, Sabtu (16/8/2025).

BALI — Status sebagai tim promosi yang langsung turun lagi membuat Ipswich Town dijuluki klub yo-yo. Dalam lima musim terakhir, mereka tak pernah berada di divisi yang sama secara beruntun: promosi dari League One ke Championship, promosi ke Premier League, degradasi, lalu promosi lagi.

Musim lalu, Gary O'Neil butuh waktu hingga November untuk meraih kemenangan pertama di Premier League. Musim ini, kemenangan langsung datang di laga pembuka, menaklukkan Sunderland 2-1, berkat gol Emersonn dan Jack Clarke.

Pertahanan yang Lebih Solid Daripada Musim Lalu

Burnley 2016/17 dan Newcastle 2017/18 bertahan di Premier League berkat lini belakang yang kokoh. Ipswich kebobolan 82 gol musim lalu, angka yang harus diperbaiki drastis.

Ada tanda-tanda positif. Sejak Boxing Day musim lalu di Championship, Ipswich mencatat 11 clean sheet dan mengakhiri musim dengan rekor pertahanan terbaik kedua di divisi itu.

Di laga pembuka kontra Sunderland, tiga dari empat bek adalah pemain musim lalu: Dara O'Shea, Jacob Greaves, dan Leif Davis. Mereka melengkapi pengalaman dengan Issa Diop, bek anyar yang delapan tahun bermain di Premier League bersama West Ham dan Fulham. Kontinuitas ini mirip dengan Burnley yang mempertahankan Tom Heaton, Ben Mee, dan Michael Keane setelah degradasi.

Padukan Pemain Anyar dengan Wajah Lama

Ipswich menghabiskan sekitar 150 juta poundsterling untuk 12 pemain baru musim panas ini. Starting XI kontra Sunderland menurunkan tujuh wajah anyar, termasuk Emersonn dan Julio Enciso yang tampil impresif.

Namun kemenangan itu juga ditentukan oleh pemain lama. Jack Clarke, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol penentu. Pola ini mirip dengan Fulham 2022/23 yang berhasil finis 10 besar: rekrutan seperti Bernd Leno dan Joao Palhinha menyatu dengan tulang punggung tim lama seperti Tim Ream, Antonee Robinson, dan Aleksandar Mitrovic.

Kegemilangan Streaky ala Gary O'Neil

Pengganti Kieran McKenna, Gary O'Neil, punya rekam jejak menyelamatkan tim dari degradasi. Ia melakukannya bersama Bournemouth 2022/23 dan Wolves musim berikutnya, dengan pola permainan yang cenderung streaky.

Bournemouth sempat hanya meraih enam poin dari 13 laga, lalu meledak dengan 18 poin dari sembilan pertandingan. Wolves mengalami kebalikannya: 22 poin dari 11 laga, lalu lima poin dari 10 pertandingan. Newcastle 2017/18 dan Fulham 2022/23 juga punya pola naik-turun yang sama.

Ipswich hanya menang empat kali dan seri 10 kali musim lalu. Jika O'Neil bisa memicu ritme streaky yang sama, The Tractor Boys punya peluang nyata untuk memutus siklus yo-yo dan bertahan di Premier League.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks