NEGARA — Pencarian nelayan hilang di perairan selatan Bali masih berlangsung hingga Sabtu (1/8/2026) sore. Korban, Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dilaporkan tidak kembali setelah melaut menggunakan jukung pada Jumat malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyatakan laporan awal diterima dari Polairud Polres Jembrana pada Sabtu pukul 05.45 Wita. Informasi yang dihimpun, korban berangkat seorang diri sekitar pukul 23.00 Wita dan belum kembali hingga pagi hari.
Jukung Korban Ditemukan Mengapung di Selatan Pantai
Keberadaan jukung korban pertama kali diketahui seorang nelayan lain yang sedang melintas. Perahu tersebut terlihat mengapung tanpa awak di titik sekitar 100 meter dari garis pantai. Temuan ini langsung dilaporkan dan menjadi dasar dugaan awal korban terjatuh saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerjunkan tujuh personel Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Satu unit rubber boat yang diawaki tiga personel langsung memulai penyisiran di laut pada pukul 07.20 Wita.
Penyisiran Laut dan Darat Belum Membuahkan Hasil
Operasi pencarian di laut berlangsung lebih dari dua jam tanpa hasil. Tim kemudian mengalihkan upaya ke jalur darat dengan menyisir kawasan Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh sekitar dua kilometer. Pada sore hari, pencarian diperkuat dengan pemaduan penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone thermal di area yang sama.
Hingga operasi dihentikan sementara sekitar pukul 15.25 Wita, korban belum ditemukan. Sidakarya mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (2/8/2026) dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan koordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian.