Pencarian

Dokumenter A Life Illuminated Angkat Riset Dr. Edie Widder, Ilmuwan yang Bongkar Misteri Laut Dalam

Minggu, 02 Agustus 2026 • 07:51:01 WIB
Dokumenter A Life Illuminated Angkat Riset Dr. Edie Widder, Ilmuwan yang Bongkar Misteri Laut Dalam
Dr. Edie Widder, ilmuwan kelautan, terlihat di dalam kapal selam saat proses syuting dokumenter A Life Illuminated di laut dalam.

BALI — Jakarta, Kompas.com — Sebuah film dokumenter berjudul A Life Illuminated mencoba membawa penonton menyelami dunia laut dalam yang selama ini tersembunyi. Film garapan sutradara Tasha Van Zandt ini bukan sekadar menyajikan visual bawah air, melainkan juga kisah perjuangan ilmiah Dr. Edie Widder yang telah menghabiskan puluhan tahun meneliti fenomena cahaya alami di kedalaman samudra.

Lebih Dalam dari Setengah Mil, Ini Tantangan Syuting di Dasar Laut

Van Zandt tidak main-main dalam proses produksi. Ia rela turun ke kedalaman lebih dari setengah mil atau sekitar 3.000 kaki menggunakan kapal selam khusus untuk merekam aktivitas Widder. Tantangan terbesar bukan hanya tekanan air yang luar biasa, tetapi juga kondisi gelap total yang menyulitkan proses pengambilan gambar.

Direktur fotografi Sebastian Zeck mengungkapkan, untuk merekam adegan kunci interaksi antara manusia dan makhluk laut, tim menggunakan kamera khusus dari Canon dengan sensitivitas cahaya ekstrem. "Biasanya di siang hari kita memotret dengan ISO 800. Untuk adegan di akhir film, kami memotret di ISO 100.000. Itu menunjukkan tingkat sensitivitas yang dibutuhkan," jelas Zeck saat sesi tanya jawab usai pemutaran film di Santa Monica, California, Rabu (12/2/2025).

Bukan Sekadar Cahaya, Ini 'Bahasa Komunikasi' Makhluk Laut

Penelitian Dr. Widder berfokus pada bioluminesensi, kemampuan makhluk hidup memproduksi dan memancarkan cahaya. Menurut Widder, fenomena ini bukan sekadar keindahan alam semata. "Karena begitu banyak dunia laut kita yang bersifat bioluminesen dan lautan sangat luas, bioluminesensi mungkin menjadi bentuk komunikasi paling umum di planet kita," ujar Van Zandt mengutip pernyataan Widder.

Widder percaya bahwa cahaya-cahaya tersebut adalah bahasa yang belum dipahami manusia. Untuk mengungkapnya, ia menciptakan berbagai perangkat inovatif. Salah satunya adalah sistem "mata-di-laut" yang memantau kehidupan laut dari jarak jauh menggunakan cahaya inframerah jauh, yang tidak dapat dilihat oleh sebagian besar makhluk laut dalam.

Umpan Ubur-Ubur Elektronik dan Rekor Video Cumi-Cumi Raksasa

Pencapaian paling monumental dari karier Widder adalah keberhasilannya merekam cumi-cumi raksasa hidup di habitat aslinya untuk pertama kalinya pada 2012. Momen bersejarah itu diraih berkat penemuannya yang disebut "ubur-ubur elektronik", sebuah umpan optik cerdik yang dirancang untuk memancing makhluk laut mendekati kamera.

Van Zandt mengaku terpesona sejak pertama kali melihat rekaman tersebut. "Saya bertanya-tanya, siapa orang di balik kamera itu? Bagaimana rekaman ini bisa terjadi?" kenangnya. Rasa penasarannya itu akhirnya membawanya menghubungi Widder pada 2020 dan memulai proyek dokumenter ini.

Momen 'Close Encounters' di Tengah Samudra

Puncak pengalaman syuting terjadi saat Van Zandt dan Widder melakukan penyelaman bersama. Mereka mencoba memancarkan cahaya dari kapal selam yang gelap untuk melihat respons makhluk laut, sebuah eksperimen yang disebut "flashback effect". Hasilnya di luar dugaan.

"Semua kehidupan laut merespons dengan cara yang fantastis. Rasanya seperti Close Encounters. Kami menyalakan lampu, semuanya menyala kembali. Kami berada di pusat Bima Sakti, tapi dengan glitter biru di sekitar kami," tutur Van Zandt menggambarkan momen magis tersebut.

Bagi Van Zandt, pengalaman menyelam bersama Widder adalah momen yang mengubah hidup. "Kami melihat hal-hal yang mungkin belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, bahkan melampaui apa yang bisa kami tangkap kamera karena terlalu redup untuk mata manusia," pungkasnya. (Sumber: Deadline)

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks