Pencarian

Jatiluwih Festival VII 2026 Resmi Dibuka, Tabanan Targetkan Kesejahteraan Petani Jadi Tolok Ukur Pariwisata Berkelanjutan

Sabtu, 20 Juni 2026 • 20:48:31 WIB
Jatiluwih Festival VII 2026 Resmi Dibuka, Tabanan Targetkan Kesejahteraan Petani Jadi Tolok Ukur Pariwisata Berkelanjutan
Pembukaan Jatiluwih Festival VII 2026 menampilkan kuliner dan kerajinan tradisional Tabanan.

TABANAN — Jatiluwih Festival VII 2026 mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition”. Ajang ini menjadi panggung bagi petani dan pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan kuliner tradisional, produk kerajinan, hingga kesenian daerah.

Filosofi Subak Jadi Pembeda dari Daerah Lain

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyebut sistem irigasi Subak yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana menjadi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki daerah lain. “Kalau sawah, hampir semua daerah punya. Tetapi sistem tata kelola air seperti Subak inilah yang menjadi keunggulan Bali dan diakui dunia,” ujarnya saat membuka festival.

Tri Hita Karana mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Sistem Subak mengatur distribusi air secara adil dari hulu ke hilir, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pertanian.

Empat Penghargaan Internasional yang Pernah Diraih Jatiluwih

Kawasan DTW Jatiluwih tidak hanya masuk Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2012. Dalam empat tahun terakhir, destinasi agrowisata ini mengoleksi tiga penghargaan global lainnya:

  • Best Tourism Village oleh UN Tourism (2024)
  • Top 100 Green Destination (2025)
  • Leading UNESCO Culture Landscape Tourism Destination — Asian Tourism and Hospitality Awards (2026)

Manajer DTW Jatiluwih, John K. Purna, mengatakan masuknya festival ini ke KEN 2026 menjadi pengakuan atas konsistensi warga dalam melestarikan nilai-nilai luhur dan lingkungan.

Petani Jadi Prioritas, Pembangunan Fasilitas Tak Boleh Rusak Sawah

John menekankan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi tolok ukur utama pembangunan pariwisata di Jatiluwih. “Mereka adalah penjaga utama warisan budaya pertanian,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen menata fasilitas pendukung secara bijaksana. Pembangunan area parkir dan fasilitas lain dilakukan tanpa merusak panorama sawah terasering yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Bupati Sanjaya mengingatkan pentingnya menjaga arsitektur tradisional dan membatasi alih fungsi lahan. Hal itu demi mempertahankan identitas Tabanan sebagai lumbung pangan Bali.

Bagikan
Sumber: balinusra.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks