Pencarian

PB Akuatik Indonesia Manfaatkan Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka di Jimbaran untuk Regenerasi Atlet Muda

Senin, 15 Juni 2026 • 19:17:01 WIB
PB Akuatik Indonesia Manfaatkan Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka di Jimbaran untuk Regenerasi Atlet Muda
Atlet muda PB Akuatik Indonesia mengikuti Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka di Jimbaran sebagai bagian dari program regenerasi.

BADUNG — Perhelatan Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka (Open Water Swimming/OWS) ke-12 yang berlangsung pada 13-15 Juni 2025 di Jimbaran, Bali, tidak sekadar mengejar medali. Bagi PB Akuatik Indonesia, gelaran ini merupakan batu loncatan strategis untuk pembinaan dan regenerasi atlet muda.

“Fokus kami untuk para junior, atlet baru. Kami sedang mencari bibit atlet pengganti karena kita cukup punya potensi di nomor renang perairan terbuka,” kata Manajer Tim Nasional Indonesia Renang Perairan Terbuka (OWS) Donny Budiarto Utomo di lokasi perlombaan, Senin.

Strategi Hadapi Arus Laut dan Angin Jadi Pelajaran Berharga

Donny menjelaskan, pengalaman bertanding melawan perenang elit dari China, Vietnam, dan Korea Selatan menjadi bekal penting bagi atlet Indonesia. Mereka belajar menghadapi tantangan alam seperti arus laut dan angin yang khas di perairan terbuka.

“Kejuaraan itu kelompok umur dan tujuannya memang untuk pembinaan usia muda agar kami punya regenerasi yang baik,” imbuhnya.

A Stream OWS: Ajang Pemula Diikuti 284 Peserta Termasuk Usia 7-10 Tahun

Direktur Kompetisi sekaligus Wakil Kepala Bidang High Performance Renang dan OWS Felix C Sutanto menambahkan, ajang tahunan level Asia ini digandengkan dengan A Stream OWS untuk level pemula. Sebanyak 284 peserta ambil bagian, beberapa di antaranya berusia paling muda 7-10 tahun.

“Seharusnya masing-masing Pengprov bisa menyelenggarakan seperti di Bali, lomba pemula renang perairan terbuka. Kami harus mulai membuat program menyelenggarakan kejuaraan pemula OWS,” ujar Felix.

Hasil Perlombaan: Atlet Indonesia Belum Bawa Pulang Medali

Pada tiga kategori yang diperlombakan—5 kilometer, 10 kilometer, dan estafet 4X1.500 meter—perjuangan atlet Indonesia belum membuahkan medali. Di nomor 10 kilometer putra, Alexander Adrian finis di urutan ke-15 dengan catatan waktu 2 jam 8 menit 22,5 detik, sementara Andy Fauzan berada di posisi ke-22 dengan waktu 2 jam 13 menit 49,3 detik.

Medali emas dan perak nomor putra direbut atlet China, Lan Tianchen dan Zhang Jinhou, sementara perunggu diraih Huy Hoang Nguyen dari Vietnam. Pada nomor putri, Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva harus mengakui keunggulan perenang Asia lainnya.

PB Akuatik Indonesia berharap kompetisi serupa bisa diperbanyak oleh Pengprov Akuatik di daerah masing-masing untuk memperluas pembibitan atlet renang perairan terbuka di tanah air.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks