Pencarian

Enam Wilayah Pesisir Bali Berpotensi Alami Banjir Rob Akibat Super New Moon 12-20 Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026 • 17:42:31 WIB
Enam Wilayah Pesisir Bali Berpotensi Alami Banjir Rob Akibat Super New Moon 12-20 Juni 2026
Enam wilayah pesisir Bali berpotensi mengalami banjir rob akibat fenomena Super New Moon pada 12-20 Juni 2026.

MANGUPURA — Enam wilayah pesisir di Bali berpotensi mengalami banjir pesisir atau rob pada periode 12 hingga 20 Juni 2026. Peringatan dini ini dikeluarkan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar setelah memantau data water level dan prediksi pasang surut air laut.

Fenomena Super New Moon yang terjadi pada 15 Juni 2026 menjadi pemicu utama potensi bencana ini. Fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan di titik terdekat dengan Bumi (perigee) disebut mampu mendongkrak ketinggian air laut hingga level maksimum.

Enam Wilayah yang Perlu Waspada Banjir Rob

BBMKG Wilayah III Denpasar merinci enam kawasan pesisir yang masuk dalam zona potensi terdampak banjir rob. Wilayah tersebut meliputi:

  • Pesisir selatan Kabupaten Jembrana
  • Pesisir selatan Kabupaten Tabanan
  • Pesisir Kabupaten Badung
  • Pesisir Kota Denpasar
  • Pesisir Kabupaten Gianyar
  • Pesisir selatan Kabupaten Klungkung

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa potensi banjir pesisir di masing-masing daerah terjadi pada waktu yang berbeda, baik hari maupun jamnya. Masyarakat diimbau untuk mengetahui jadwal pasang maksimum di wilayah masing-masing.

Dampak yang Mengintai Aktivitas Pesisir

Banjir rob tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga berpotensi mengganggu berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan pesisir. Beberapa sektor yang terancam antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas tambak garam, dan perikanan darat.

“Adanya fenomena Super New Moon (fase bulan perigee dan bulan baru) pada tanggal 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” ujar Cahyo, Jumat (12/6). Ia menambahkan bahwa masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar pantai harus meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung.

Imbauan BMKG: Pantau Informasi Cuaca Maritim

Cahyo mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut yang diperbarui secara berkala oleh BMKG. Selain waspada terhadap genangan air laut, masyarakat diminta mengantisipasi dampak ikutan dari pasang maksimum.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG Wilayah III,” tegas Cahyo.

Potensi banjir rob ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan warga pesisir di Bali untuk menyiapkan langkah mitigasi jangka pendek, seperti membersihkan saluran air dan mengamankan barang-barang berharga di rumah dekat pantai.

Bagikan
Sumber: nusabali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks