Pencarian

Desa Wisata Gegelang Karangasem Kemas Paket Trekking Air Terjun Rp300 Ribu

Senin, 04 Mei 2026 • 14:53:01 WIB
Desa Wisata Gegelang Karangasem Kemas Paket Trekking Air Terjun Rp300 Ribu
Wisatawan menikmati trekking ke tiga air terjun utama di Desa Gegelang, Karangasem.

AMLAPURA — Desa Wisata Gegelang di Kabupaten Karangasem mulai mengemas potensi alam dan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran paket wisata trekking terpadu. Inovasi ini menawarkan kombinasi kunjungan ke sejumlah air terjun, area perkebunan, hingga pusat kerajinan tradisional Bali dalam satu rangkaian perjalanan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gegelang, I Wayan Toya Arnawa, menyebutkan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi aset desa yang selama ini belum tergarap maksimal. Kawasan ini memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari hutan hingga pusat aktivitas produksi warga lokal.

Jelajah Tiga Air Terjun dan Ritual Pembersihan Diri

Destinasi di Desa Gegelang mengandalkan tiga air terjun utama sebagai daya tarik utama bagi para petualang. Ketiganya adalah Air Terjun Batu Engsel, Air Terjun Bias Membah, dan Air Terjun Bianglala. Selain wisata air, terdapat pula unsur wisata religi yang kental di area tersebut.

"Selain itu, di titik paling atas juga ada tempat panglukatan, semacam beji atau pura beji yang digunakan masyarakat untuk ritual pembersihan diri," ujar I Wayan Toya Arnawa, Minggu (3/5/2026).

Keberadaan beji ini menambah dimensi wisata spiritual bagi pengunjung yang ingin merasakan tradisi pembersihan diri khas Bali. Lokasinya yang berada di titik tertinggi jalur trekking memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi air terjun pada umumnya.

Integrasi Pertanian dan Industri Kerajinan Arak

Jalur trekking yang disiapkan tidak hanya menyuguhkan pemandangan fisik, tetapi juga interaksi sosial. Wisatawan akan melintasi persawahan serta perkebunan produktif yang menghasilkan durian, mangga, hingga manggis. Di sepanjang rute, wisatawan diperkenalkan dengan proses pembuatan arak tradisional berbahan kelapa.

Potensi ekonomi kerakyatan di desa ini melibatkan lebih dari 100 petani dan perajin. Mereka memproduksi berbagai barang, mulai dari anyaman keset sabut kelapa hingga kerajinan ukiran perkakas tradisional Bali yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

"Sepanjang trekking, tamu kami ajak melihat langsung proses pembuatan kerajinan hingga aktivitas pertanian masyarakat," jelas Toya.

Detail Biaya Paket dan Target Pasar Mancanegara

Pokdarwis menetapkan harga paket trekking sebesar Rp300.000 per orang dengan ketentuan maksimal lima orang dalam satu kelompok. Biaya tersebut sudah mencakup jasa pemandu wisata lokal. Sementara itu, untuk akses khusus menuju air terjun, pengelola masih menerapkan sistem donasi sebesar Rp20.000 per orang.

Saat ini, tingkat kunjungan ke Desa Gegelang masih fluktuatif dan didominasi oleh wisatawan mancanegara asal Eropa. Turis dari Jerman, Prancis, dan Polandia menjadi pengunjung rutin, disusul oleh wisatawan domestik dari kalangan pelajar.

"Belum terlalu banyak, kadang dalam sehari tidak ada kunjungan. Tapi tetap ada tiap bulan," ungkapnya mengenai rata-rata kunjungan yang mencapai 20 orang per bulan tersebut.

Sektor Kerajinan Jadi Penopang Ekonomi Desa

Dari sisi finansial, Toya mengakui bahwa sektor kerajinan justru memberikan kontribusi yang lebih stabil bagi ekonomi warga dibandingkan tiket masuk wisata. Produk alat tradisional hasil karya penduduk Gegelang telah menembus pasar luar daerah, termasuk pengiriman ke Lombok dan Jawa melalui jaringan pengepul.

"Kalau dari air terjun, kontribusinya lebih ke kunjungan wisata. Tapi kerajinan bisa dijual keluar, jadi nilai ekonominya lebih terasa bagi masyarakat," katanya.

Terkait operasional di lapangan, pihak desa menjamin keamanan pengunjung dengan melibatkan pecalang dan petugas lokal. Namun, tantangan besar masih ditemukan pada aspek kebersihan lingkungan. Pengelola terus mengedukasi pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan di area kebun dan hutan demi menjaga keberlanjutan ekosistem desa wisata.

Bagikan
Sumber: nusabali.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks