Pencarian

Dekranasda Bali Fashion Day Perkuat UMKM lewat Cinta Produk Lokal

Sabtu, 02 Mei 2026 • 11:21:45 WIB
Dekranasda Bali Fashion Day Perkuat UMKM lewat Cinta Produk Lokal
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Dekranasda Bali Fashion Day sesi keempat di Gedung Ksirarnawa, Denpasar.

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster memanfaatkan Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat dukungan terhadap industri kecil dan menengah di provinsi. Acara yang digelar di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali pada Rabu (29 Januari), menghadirkan peragaan busana dari 130 peserta yang merupakan pejabat dan staf dari berbagai perangkat daerah termasuk BPBD, Bappeda, Dinas Perhubungan, dan Biro Organisasi Setda Provinsi Bali.

Kolaborasi ASN dan Pelaku UMKM Melalui Peragaan Busana

Gubernur Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi ASN dalam acara ini. Penilai utama mengevaluasi pilihan warna, motif kostum, keharmonisan antara pakaian dan peserta, serta ekspresi penampilan. Perangkat Daerah BPBD Provinsi Bali menerima penilaian khusus karena mampu memadukan semua kriteria yang disebutkan gubernur.

Selain hiburan, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku industri kerajinan mikro dan UMKM yang berjualan di area Art Center. Dengan diselenggarakan setiap bulan, Dekranasda Bali Fashion Day dirancang membangun solidaritas dan kerja sama antara anggota ASN dengan desainer serta pengrajin lokal.

Penyelamatan Tenun Endek dari Kepunahan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menekankan pentingnya menggunakan kain tenun tradisional endek sebagai bahan utama busana. Produksi kain tenun tradisional endek saat ini mengalami penurunan signifikan akibat semakin berkurangnya generasi yang tertarik menjadi penenun.

"Mari kita cintai produk kain tradisional khas Bali berupa tenun endek sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan warisan leluhur," ungkap Putri Koster. Beliau juga menyebut contoh kain gringsing dari Karangasem yang merupakan tenun ikat ganda — salah satu kerajinan kain paling langka di dunia yang diproduksi secara tradisional dan dipercaya memiliki kekuatan magis.

Diversifikasi Busana dan Jangkauan Pasar

Acara ini menampilkan tiga kategori busana: busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, dan busana kasual. Strategi ini dirancang untuk menunjukkan bahwa produk tradisional Bali dapat beradaptasi dengan konteks modern dan profesional tanpa menghilangkan identitas budaya.

Melalui kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day, diharapkan terjadi peningkatan kecintaan terhadap produk lokal Bali sehingga mampu mengangkat citra produk lokal setara dengan produk nasional maupun internasional. Desainer berbakat mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memperkenalkan karya di tingkat komunitas lokal hingga panggung nasional dan internasional.

Strategi Pertahankan Ekonomi Lokal

Program bulanan ini mencerminkan komitmen pemerintah Bali dalam mempertahankan perputaran ekonomi sektor kerajinan dan fashion lokal. Dengan melibatkan ASN sebagai peserta aktif dan sekaligus konsumen, kegiatan ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan: desainer mendapat visibility, UMKM meningkatkan penjualan, dan ASN mendapat kesempatan menampilkan bakat sekaligus berkontribusi langsung pada ekonomi lokal.

Bagikan
Sumber: lenteraesai.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks