Wagub Bali Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan Antisipasi Banjir dan Longsor di Musim Hujan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Jumat, 06 November 2026 | 11:16:31 WIB
Wagub Bali Giri Prasta memimpin apel kesiapsiagaan bencana di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar.

DENPASAR — Apel kesiapsiagaan itu digelar sebagai langkah antisipasi memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama November disebut meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, banjir rob, dan abrasi di sejumlah wilayah Bali.

Giri Prasta meminta seluruh personel memastikan kesiapan fisik, mental, kendaraan, dan peralatan operasional. Tujuannya agar pasukan bisa dikerahkan cepat saat keadaan darurat terjadi.

Personel dan Kendaraan yang Disiagakan

Sebanyak 446 personel diterjunkan dalam apel gabungan di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati. Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan tenaga kesehatan.

Dukungan operasional mencakup 42 unit kendaraan beserta sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana. Usai apel, Giri Prasta bersama Kapolda Bali Brigjen Pol Pasma Royce dan Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana meninjau kesiapan pasukan dan kendaraan.

Mengapa Kesiapsiagaan Dianggap Krusial bagi Bali

Giri Prasta menegaskan bencana tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu perekonomian dan citra pariwisata Bali. Menurutnya, dampak kejadian bencana bisa meluas hingga ke mata dunia.

"Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama," tegasnya.

Ia juga meminta koordinasi lintas sektor diperkuat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, hingga desa adat. Pemantauan informasi dan sistem peringatan dini BMKG perlu dioptimalkan, terutama di wilayah rawan bencana.

Instruksi ke Personel: Utamakan Keselamatan Warga

Dalam amanatnya, Giri Prasta menekankan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri personel sebagai prioritas. Edukasi kepada warga diminta terus ditingkatkan, disertai penyampaian informasi yang akurat dan pelaporan perkembangan secara berjenjang.

"Utamakan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri. Tingkatkan edukasi kepada masyarakat, berikan informasi yang akurat, serta laporkan setiap perkembangan secara berjenjang," pesannya.

Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana disebutnya sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Semangat Menyama Braya dalam Menghadapi Bencana

Giri Prasta mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam apel gabungan. Ia mengajak semua pihak mengedepankan semangat menyama braya atau kebersamaan dalam menghadapi ancaman bencana.

"Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana. Jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata," ujarnya.

Apel gabungan ini menjadi penanda kesiapan jajaran Pemprov Bali bersama TNI-Polri dan instansi terkait memasuki periode rawan bencana hidrometeorologi.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: katabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top