Gubernur Koster dan Pangdam IX/Udayana Tinjau Danau Batur, Soroti Pendangkalan dan Sedimentasi di Kintamani

Penulis: Darmawan Putra  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:16:02 WIB
Gubernur Koster dan Pangdam IX/Udayana meninjau Danau Batur dengan perahu karet untuk melihat kondisi pendangkalan dan sedimentasi.

BANGLI — Peninjauan dilakukan dengan perahu karet menyusuri perairan Danau Batur. Rombongan menyisir kawasan Desa Buahan untuk membaca langsung kondisi dasar danau yang disebut mengalami pendangkalan dan sedimentasi masif.

Gubernur Koster menegaskan, kondisi Danau Batur membutuhkan perhatian serta penanganan yang amat serius mengingat peran vitalnya bagi pasokan kehidupan masyarakat Bali secara luas.

Bukan Sekadar Sumber Air, tapi Penyangga Ekosistem dan Geopark UNESCO

Danau Batur berfungsi sebagai penopang kebutuhan air pertanian, rumah tangga, dan roda ekonomi warga. Kawasan itu juga menjadi penyangga ekosistem, habitat keanekaragaman hayati, hingga destinasi pariwisata unggulan berdaya spiritual tinggi.

Danau Batur merupakan bagian integral dari kawasan UNESCO Global Geopark Batur. Status itu menuntut pengelolaan lingkungan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Lima Persoalan yang Mengapit Danau Batur

Gubernur Koster menyoroti kompleksitas masalah yang melingkupi danau purba tersebut. Ia menyebut kerumitan persoalan itu tidak mungkin dituntaskan secara parsial.

  • Timbulan sampah di kawasan perairan dan sekitarnya
  • Pencemaran air danau
  • Sedimentasi lumpur yang memicu pendangkalan
  • Alih fungsi lahan di sekitar kawasan
  • Tekanan perubahan iklim global

Kerja Bersama, Bukan Beban Pemerintah Semata

Menurut Gubernur Koster, kelestarian Danau Batur menuntut keterlibatan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

"Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," tegasnya.

Pejabat asal Sembiran, Buleleng, itu mengaitkan pemulihan Danau Batur dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Khususnya pengamalan nilai Danu Kerthi, kearifan lokal yang mengamanatkan penyucian dan pelestarian sumber-sumber air sebagai hulu kehidupan.

Peninjauan Seusai Upacara Bersama

Peninjauan lapangan dilakukan seusai upacara bersama yang melibatkan Pemprov Bali, jajaran TNI, dan pemerintah daerah. Rombongan menumpang perahu karet menuju titik-titik perairan yang dinilai paling terdampak sedimentasi.

Dari peninjauan itu, persoalan teknis pemulihan ekosistem danau menjadi perhatian, mulai dari metode pengerukan hingga pengendalian aliran lumpur dari hulu. Pemerintah Provinsi Bali bersama Kodam IX/Udayana dan Pemkab Bangli belum merinci jadwal tindak lanjut penanganan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top