BALI — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memecat seorang operator SPBU Saranani Kota Kendari setelah terbukti melayani pengisian Pertalite bagi mobil Wuling yang memakai QR Code milik kendaraan lain. Pemecatan menyusul sidak Wakil Wali Kota Kendari bersama Satpol PP pada Sabtu (17/10) yang menemukan pengisian BBM subsidi berulang. Pengemudi dan mobilnya kini ditangani Polres Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.
Pemeriksaan internal Pertamina mencakup penelusuran rekaman CCTV dan evaluasi terhadap petugas yang bertugas saat transaksi berlangsung. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyatakan pemecatan diambil karena operator memberikan BBM subsidi kepada pihak yang bukan pemilik QR Code.
Temuan bermula saat Wakil Wali Kota Kendari bersama Satpol PP melakukan inspeksi mendadak. Petugas mendapati satu unit mobil merek Wuling mengisi Pertalite berkali-kali di waktu yang berdekatan.
Dari pemeriksaan awal, muncul indikasi mobil tersebut memindai QR Code milik orang lain saat bertransaksi. Pengemudi beserta kendaraannya langsung diserahkan ke jajaran Polres Kendari.
Lilik menyebut pihaknya menindaklanjuti setiap temuan yang mengindikasikan ketidaksesuaian penyaluran BBM. Rekaman CCTV di SPBU dipakai untuk memastikan siapa petugas yang melayani transaksi tersebut.
"Pemeriksaan internal telah dilakukan, termasuk penelusuran rekaman CCTV dan evaluasi terhadap petugas yang terlibat," kata Lilik dalam keterangannya.
Pertamina meminta pengelola dan operator SPBU menjalankan prosedur penyaluran BBM sesuai ketentuan. Petugas diminta menolak pengisian bila pemindai QR Code tidak cocok dengan kendaraan yang mengisi.
"Kami mengingatkan seluruh pengelola dan operator SPBU agar menjalankan prosedur penyaluran BBM sesuai ketentuan, serta tidak memberikan BBM subsidi kepada pihak yang bukan pemilik kode QR Subsidi yang tepat," ujarnya.
Kasus di Kendari memperlihatkan celah di titik layanan: verifikasi QR Code bergantung pada ketelitian petugas di pulau pengisian. Pemilik QR Code yang datanya dipakai kendaraan lain berpotensi kehilangan jatah kuota Pertalite bulanan tanpa pernah mengisi di SPBU tersebut.
Pengguna yang menemukan kuota jatahnya berkurang tanpa transaksi bisa melapor ke Pertamina melalui kanal resmi agar riwayat pengisian ditelusuri. Pemilik kendaraan juga disarankan memantau catatan transaksi di aplikasi Subsidi Tepat secara berkala.
Polres Kendari masih menangani pengemudi mobil Wuling tersebut. Belum ada keterangan resmi soal pasal yang dikenakan atau kemungkinan penetapan tersangka.
Pertamina belum memerinci apakah kuota Pertalite milik pemilik QR Code yang dirugikan akan dikembalikan. Perusahaan juga tidak menyebut jumlah transaksi berulang yang tercatat dalam insiden ini.