Vaksin HPV Sebelum Hamil Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:17:31 WIB
Studi di Swedia terhadap 624.000 catatan kelahiran menemukan vaksin HPV sebelum kehamilan menurunkan risiko persalinan sangat prematur sebesar 15 persen.

BALI — Perempuan yang mendapat vaksin HPV sebelum hamil punya risiko 15 persen lebih kecil melahirkan sangat prematur, menurut studi Swedia terhadap lebih dari 624.000 catatan kelahiran. Artikel ini mengurai temuan lengkapnya, dari angka persalinan prematur hingga berat lahir bayi, plus kapan waktu imunisasi yang paling ideal.

Institut Karolinska di Stockholm menganalisis 624.000 catatan kelahiran ibu berusia 16 hingga 35 tahun, rentang data 2006 sampai 2023. Hasilnya menunjukkan perempuan yang diimunisasi HPV sebelum kehamilan mengalami komplikasi persalinan lebih jarang dibanding yang tidak divaksinasi.

Kelompok yang divaksinasi sebelum usia 17 tahun mendapat proteksi paling besar. Para peneliti menduga vaksin bekerja sebelum perempuan terpapar virus yang menyebar lewat kontak seksual.

Angka Komplikasi Kehamilan pada Ibu Divaksinasi HPV

Perempuan yang menerima vaksin HPV punya kemungkinan 15 persen lebih kecil melahirkan sangat prematur, yaitu pada minggu ke-28 hingga ke-31 dari kehamilan 40 minggu. Risiko melahirkan sebelum minggu ke-37 juga turun 5 persen.

Selain itu, kemungkinan pecahnya membran ketuban sebelum persalinan berkurang 7 persen. Kondisi ini penting karena ketuban pecah dini meningkatkan risiko infeksi bila bayi tidak segera lahir.

Bayi dari ibu yang divaksinasi juga 8 persen lebih kecil kemungkinannya lahir jauh lebih kecil dari ukuran yang diharapkan untuk usia kehamilannya.

Imunisasi Sebelum Usia 17 Tahun Memberi Proteksi Terkuat

Pada kelompok yang divaksinasi sebelum usia 17 tahun, persalinan prematur tercatat 10 persen lebih rendah dibanding ibu yang belum divaksinasi. Risiko pecah ketuban dini turun 14 persen.

Risiko bayi lahir kecil untuk usia kehamilan juga 9 persen lebih rendah pada kelompok ini. Temuan tersebut memperkuat pentingnya imunisasi tepat waktu, bukan sekadar lengkap.

"Asosiasi yang lebih kuat yang diamati pada perempuan yang divaksinasi pada usia lebih muda oleh karena itu merupakan temuan penting dalam studi kami dan juga menyoroti pentingnya imunisasi tepat waktu," kata Zhongsong Zhang, penulis pertama makalah dan mahasiswa PhD epidemiologi medis dan biostatistik di Institut Karolinska, kepada CIDRAP News.

Mengapa Infeksi HPV Bisa Mengganggu Kehamilan

Infeksi HPV kronis dapat memicu kanker serviks atau prakanker. Penanganan pertumbuhan sel abnormal ini kadang memperpendek serviks, sehingga risiko komplikasi kehamilan meningkat.

Biopsi serviks atau prosedur kerucut untuk memeriksa jaringan di bawah mikroskop juga diketahui menaikkan risiko persalinan prematur, pecah ketuban dini, dan berat lahir rendah. Operasi pada serviks sudah lama diakui sebagai faktor risiko kelahiran prematur.

Penelitian sebelumnya menemukan ibu yang terinfeksi HPV hampir dua kali lebih mungkin melahirkan prematur, serta lebih berpeluang memiliki bayi dengan berat lahir rendah.

Bukan Hanya soal Kanker Serviks

Vaksin HPV terbukti menurunkan risiko kanker serviks hingga 80 persen. Imunisasi ini juga memperkecil kemungkinan prakanker vagina dan vulva, serta kanker oral, penis, anus, dan esofagus.

Studi berbasis populasi di Australia, Finlandia, dan Skotlandia sebelumnya sudah mengaitkan vaksin HPV dengan kehamilan lebih sehat. Penelitian Swedia ini disebut yang terbesar dan paling komprehensif sejauh ini.

Di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics merekomendasikan dosis pertama vaksin HPV pada usia 9 hingga 12 tahun. Sebanyak 78 persen remaja di sana menerima setidaknya satu dosis pada 2024.

Kapan Sebaiknya Vaksin HPV Diberikan?

Data studi ini menempatkan usia sebelum 17 tahun sebagai jendela paling efektif. Untuk anak perempuan di Indonesia, vaksin HPV bisa diberikan mulai usia 9 tahun sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Perempuan yang belum pernah divaksinasi dan sedang merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Vaksin HPV tidak diberikan saat hamil, tetapi bisa dijadwalkan sebelum atau setelah masa kehamilan.

Zhang menyebut perlindungan vaksin kemungkinan makin terlihat seiring meningkatnya cakupan imunisasi di kelompok usia muda. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk mengukur besaran manfaat tersebut.

Bagi ibu muda, temuan ini menambah alasan untuk tidak menunda imunisasi anak perempuan. Manfaatnya bukan hanya jangka panjang soal kanker, tetapi juga kesehatan kehamilan saat mereka dewasa nanti.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top