Karpet Hotel Terlihat Bersih Bisa Simpan Bakteri MRSA, Ini Saran Pakar

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 11:18:01 WIB
Karpet hotel yang tampak bersih dapat menyimpan bakteri seperti MRSA dan E. coli.

BALI — Karpet hotel yang tampak bersih menyimpan debu, sel kulit mati, hingga bakteri berbahaya seperti MRSA dan E. coli yang terbawa dari alas kaki penghuni sebelumnya. Profesor Mikrobiologi Klinis University of Leicester Primrose Freestone menyarankan tamu memakai sandal atau kaus kaki selama berada di kamar. Peringatan ini muncul dari sejumlah penelitian soal perpindahan patogen melalui serat karpet.

Karpet dan permadani di kamar hotel menumpuk berbagai partikel dari luar ruangan. Debu dari sepatu, kotoran, serbuk sari, spora jamur, sampai sisa pestisida bisa tersangkut di seratnya dan bertahan lama. Partikel itu tidak hilang hanya karena karpet tampak bersih saat dilihat mata.

Profesor Virologi dari University of Arizona, Charles P. Gerba, menambahkan temuan lain. Karpet hotel juga menampung remah makanan, sel kulit mati, tungau, alergen, hingga patogen. Serat karpet menjadi tempat berlindung yang sulit dijangkau alat pembersih biasa.

Bakteri Apa Saja yang Bisa Menempel di Karpet Hotel

Sejumlah penelitian menemukan bakteri yang terbawa alas kaki dan berpindah ke permukaan karpet. Tiga di antaranya paling sering disebut para ahli.

  • MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus), bakteri yang memicu infeksi kulit serius dan sulit diobati karena resisten antibiotik.
  • Escherichia coli (E. coli), penyebab gangguan pencernaan dan infeksi usus.
  • Clostridioides difficile (C. diff), bakteri yang memicu peradangan pada usus besar.

Risikonya tidak berhenti pada kontak langsung kaki dengan karpet. Berjalan atau memindahkan barang di atas karpet membuat debu dan partikel yang tersimpan kembali beterbangan. Partikel itu lalu terhirup atau menempel pada kulit dan pakaian.

Norovirus dan Penyedot Debu yang Jarang Dibersihkan

Gerba juga mengingatkan kemungkinan norovirus bertahan di serat karpet, terutama bila proses pembersihan tidak optimal. Penyedotan debu rutin belum tentu menjangkau mikroorganisme yang berada jauh di dalam serat.

Alat penyedot debu yang tidak dirawat justru bisa mendatangkan masalah baru. Sikat atau kantong yang jarang diganti berpotensi memindahkan bakteri dari satu area ke area lain.

Kendala Hotel Membersihkan Karpet secara Menyeluruh

Lori Mukoyama dari Gensler, perusahaan desain yang bergerak di bidang perhotelan global, menyebut pembersihan menyeluruh punya tantangan tersendiri. Hotel sering kali punya waktu terbatas untuk membersihkan karpet dengan uap panas setiap kali tamu berganti.

Cara Mengurangi Risiko Selama Menginap

Wisatawan tidak perlu panik. Beberapa langkah sederhana cukup untuk mengurangi kontak dengan kotoran dan mikroorganisme di karpet hotel.

  • Gunakan sandal atau kaus kaki. Hindari berjalan dengan kaki telanjang di kamar, terutama jika ada luka, lecet, atau iritasi pada kaki.
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun, khususnya sebelum makan. Jangan menaruh makanan maupun pakaian langsung di atas karpet.
  • Pertimbangkan kamar dengan lantai keras. Lantai kayu, ubin porselen, atau vinil umumnya lebih mudah dibersihkan dibandingkan karpet.

Karpet hotel tidak harus selalu dihindari. Memakai alas kaki di dalam kamar sudah cukup untuk mengurangi kontak langsung dengan permukaan yang berpotensi menyimpan kotoran dan mikroorganisme. Bagi traveler yang membawa anak kecil atau punya riwayat alergi, memilih kamar berlantai keras bisa jadi opsi paling aman.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top