DENPASAR — Koran Bali Post edisi Kamis (8/10) menyajikan lima berita utama yang mencakup dinamika politik daerah, prestasi internasional, isu transportasi, kebencanaan, hingga kerja sama lintas negara. Berikut rangkuman selengkapnya.
Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali resmi mengakhiri masa tugasnya pada 6 Oktober 2026. Hingga batas waktu tersebut, pansus belum menyerahkan laporan dan rekomendasi hasil kerja kepada pimpinan DPRD Bali.
Laporan itu nantinya diteruskan kepada pihak eksekutif. Pembentukan pansus berikutnya bergantung pada langkah eksekutif dalam menyikapi rekomendasi yang dihasilkan.
Gede Rico Hardiana Widnyana, bartender muda asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, meraih Juara II dunia dalam The TDuB World Championship – Grand Finals. Kompetisi itu digelar di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 4–5 Oktober 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster menilai capaian tersebut sebagai kontribusi nyata dalam memperkenalkan arak Bali ke panggung dunia.
World Resources Institute (WRI) Indonesia mendesak Bali segera memperkuat transportasi publik. Lembaga riset independen bidang transportasi itu menilai pertumbuhan kendaraan yang nyaris lima persen per tahun membuat jalur-jalur di Bali sering macet.
Operasional taxi online yang makin banyak turut menambah beban ruas jalan. WRI menekankan penguatan transportasi publik penting untuk menjaga standar emisi udara dan kualitas lingkungan.
Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Targetnya, pengurangan korban jiwa dan kerugian material dalam setiap kejadian kebencanaan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Teja, mengatakan pengurangan risiko bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.
"Pengurangan risiko bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah," ujar I Gede Teja.
Perkembangan platform digital membuat karya musik dan karya cipta lain semakin mudah dinikmati lintas negara. Persoalan royalti atas hak cipta pun menjadi masalah bagi banyak negara.
Delegasi dari 35 negara bertemu di Bali untuk menyikapi sistem pengelolaan royalti yang mampu bekerja secara transparan, akuntabel, dan saling terhubung.