BALI — Samsung resmi meluncurkan Galaxy Tab S12+ dan Galaxy Tab S12 Ultra secara global, dengan harga mulai 1.199 dolar AS (sekitar Rp 21,5 juta) untuk model 12GB + 256GB. Keduanya membawa layar Dynamic AMOLED 2X 120Hz, chip Dimensity 9500, dan sertifikasi IP68, tapi Samsung tidak menghadirkan model dasar Galaxy Tab S12. Penjualan global dimulai 7 Oktober 2026.
Duo tablet flagship Samsung ini menyasar pengguna yang butuh perangkat kerja sekaligus hiburan dalam satu bodi tipis. Galaxy Tab S12 Ultra mencatat ketebalan 5,1 mm, menjadikannya tablet tertipis Samsung sampai sekarang, sementara Galaxy Tab S12+ berada di 5,3 mm.
Samsung menyertakan S Pen di kedua tablet, tetapi versi terbaru ini tidak lagi dibawa fitur Bluetooth. Artinya, fungsi remote control untuk memicu shutter kamera atau mengganti slide presentasi dari jarak jauh tidak lagi tersedia.
Untuk meredam panas saat menjalankan beban berat, Samsung memasang vapor chamber 3D baru. Chip Dimensity 9500 sendiri kini posisinya sudah digantikan Dimensity 9600 Pro di lini chip MediaTek, tapi SoC ini masih tergolong kencang untuk tugas produktivitas maupun gaming.
Pembeli juga mendapat uji coba Google AI Pro selama enam bulan, mencakup akses ke Gemini. Paket ini menambah nilai bagi pengguna yang ingin memakai fitur AI generatif langsung di tablet tanpa langganan tambahan di awal.
Galaxy Tab S12 Ultra dibanderol mulai 1.399 dolar AS (sekitar Rp 25 juta) untuk konfigurasi 12GB + 256GB. Samsung juga menyediakan varian 12GB + 512GB dan 16GB + 1TB.
Galaxy Tab S12+ dijual mulai 1.199 dolar AS (sekitar Rp 21,5 juta) untuk model 12GB + 256GB, plus opsi 12GB + 512GB. Keduanya tersedia dalam warna Grey dan Silver, dengan aksesori resmi berupa Pro Keyboard, Book Cover Keyboard Slim, dan pelindung layar anti-reflektif.
Penjualan global dimulai 7 Oktober 2026. Belum ada keterangan resmi soal tanggal masuk Indonesia atau harga lokalnya, jadi pantau pengumuman Samsung Indonesia untuk informasi lebih lanjut.
Lompatan paling terasa ada di sisi desain. Ketebalan 5,1 mm pada Tab S12 Ultra menempatkannya sebagai tablet tertipis Samsung, sekaligus menjawab kritik soal bodi tablet besar yang cenderung berat dibawa mobilitas. Sayangnya, penghapusan Bluetooth di S Pen mengurangi satu fungsi yang sebelumnya jadi pembeda lini Tab S.
Galaxy Tab S12 Ultra paling masuk akal buat profesional kreatif yang butuh kanvas besar 14,6 inci untuk desain, editing, atau multitasking berat. Galaxy Tab S12+ lebih pas untuk mahasiswa dan pekerja mobile yang ingin layar lega tanpa harus membawa bodi sebesar laptop.
Kalau anggaran jadi pertimbangan, Tab S12+ di kisaran Rp 21,5 juta menawarkan paket spesifikasi hampir identik dalam ukuran lebih ringkas. Sementara Tab S12 Ultra menyasar mereka yang mengutamakan luas layar maksimal dan tidak masalah membayar sekitar Rp 25 juta untuk itu.