BALI — Burhanuddin Abdullah mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), sesuai surat keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia. Pengunduran diri mantan Gubernur Bank Indonesia itu baru efektif setelah mendapat persetujuan dalam RUPS mendatang. Manajemen memastikan tidak ada dampak terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Wakil Direktur Utama SMMA Eric Buntoro menyampaikan pengunduran diri Burhanuddin melalui surat keterbukaan informasi tertanggal 25 September 2026 yang diunggah di laman BEI. Perseroan menegaskan proses pergantian pucuk pimpinan akan mengikuti mekanisme persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan datang.
"Bahwa telah mengundurkan diri Bapak Burhanuddin Abdullah selaku Direktur Utama perseroan terbatas PT Sinar Mas Multiartha Tbk," ujar Eric dalam surat tersebut.
Eric menegaskan pengunduran diri Burhanuddin belum berlaku sebelum RUPS memberi persetujuan. Sampai forum pemegang saham digelar, yang bersangkutan secara administratif masih tercatat sebagai Direktur Utama SMMA.
Manajemen juga menyatakan tidak ada dampak dari kejadian ini terhadap kegiatan usaha perseroan. Eric memastikan tidak ada perubahan pada kondisi keuangan, proyeksi keuangan, maupun aspek hukum yang menyertai mundurnya Burhanuddin.
"Bahwa tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta penting terhadap Perseroan baik berupa dampak terhadap kegiatan operasional, dampak terhadap kondisi keuangan dan proyeksi keuangan, dampak hukum maupun dampak terhadap kelangsungan usaha Perseroan," ujar Eric.
Nama Burhanuddin sudah lama dikenal di lingkaran kebijakan ekonomi nasional. Ia pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia ke-12 pada periode 2003-2008, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) pada 2001.
Di dunia akademik dan organisasi profesi, pria lulusan Universitas Padjajaran Bandung dan Michigan State University Amerika Serikat ini memimpin Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) selama dua periode, yakni 2003-2008.
Keterlibatannya di politik praktis terbilang menonjol. Burhanuddin tercatat sebagai salah satu tokoh di balik kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, dengan posisi Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
Bagi investor, poin utama yang perlu dicermati adalah jadwal RUPS untuk mengesahkan pergantian direksi. Sampai agenda itu berjalan, arah strategi SMMA masih berada di bawah kendali manajemen yang ada.
Pernyataan manajemen soal tidak adanya dampak material menjadi sinyal awal bahwa pergantian ini tidak disertai perubahan mendasar pada bisnis perseroan. Namun pasar biasanya menanti siapa nama yang akan mengisi kursi Direktur Utama SMMA ke depan sebelum menilai arah perusahaan.
Emiten yang bergerak di sektor jasa keuangan dan asuransi ini belum mengungkap nama calon pengganti Burhanuddin. Perseroan juga belum menyebut kapan RUPS akan digelar.