Badung disasar pemeriksaan kepatuhan oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Bali selama 35 hari kalender pada Semester II 2026. Obyek audit mencakup tiga program prioritas strategis, termasuk efektivitas tata kelola kepariwisataan dan layanan air minum Perumda Tirta Mangutama.
BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung tengah menjalani pemeriksaan kepatuhan Semester II Tahun 2026 oleh BPK RI. Tim auditor mulai bekerja dalam proses yang dijadwalkan berlangsung 35 hari kalender dengan fokus pada sejumlah program prioritas daerah.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut baik proses audit tersebut. Ia menyebut pemeriksaan ini menjadi langkah krusial untuk menjalankan fungsi check and balance terhadap kebijakan yang telah dieksekusi.
Kepala Bidang Pemeriksaan Bali I BPK Bali Ikhsan Aprian mengungkapkan tiga agenda pemeriksaan pendahuluan menjadi fokus di lingkungan Pemkab Badung.
Pertama, kepatuhan penyelenggaraan penataan ruang dalam mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan, serta prioritas nasional lainnya pada periode 2024 hingga semester I 2026.
Kedua, efektivitas penyelenggaraan kepariwisataan oleh pemerintah daerah di kawasan strategis pariwisata nasional dan daerah. Agenda ini menyasar target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sampai semester I 2026.
Ketiga, audit menilai efektivitas peran Pemkab Badung bersama Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam penyediaan layanan air minum periode yang sama.
Melalui audit ini, Adi Arnawa berharap ada pedoman konkret bagi jajarannya. "Tentu harapan kami nanti akan ada suatu hasil yang bisa dijadikan pedoman buat kami di Pemkab Badung untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik," kata dia dalam keterangannya di Mangupura, Kamis.
Bupati juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Hal itu diminta demi kelancaran tugas tim pemeriksa di lapangan.
Pemeriksaan ini bukan tanpa tujuan. Adi Arnawa menilai evaluasi eksternal penting untuk menyempurnakan performa tiga sektor utama yang masuk daftar obyek pemeriksaan.
Bagi warga Badung, hasil audit nantinya berimplikasi pada kualitas layanan publik—terutama kelancaran air bersih dari Tirta Mangutama dan pengelolaan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.