Inflasi Bali Capai 3,45 Persen per Agustus 2026, Tertinggi dalam Empat Tahun dan Tekan Daya Beli Masyarakat

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 01 September 2026 | 21:31:31 WIB
Petugas memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (1/9/2026).

DENPASAR — Laju inflasi di Provinsi Bali menembus level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, inflasi tahunan per Agustus 2026 mencapai 3,45 persen, melampaui capaian pada periode yang sama di dua tahun sebelumnya.

Angka ini berbanding terbalik dengan tren dua tahun terakhir. Pada Agustus 2024, inflasi tercatat di level 2,32 persen, sementara pada Agustus 2025 berada di angka 2,65 persen. Lonjakan kali ini menjadi sinyal peningkatan tekanan harga yang cukup signifikan bagi perekonomian daerah.

Kenaikan Terdorong Deflasi yang Lebih Rendah

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyampaikan bahwa capaian 3,45 persen tersebut merupakan posisi tertinggi sejak empat tahun terakhir. Dia menegaskan bahwa inflasi memberi dampak paling nyata kepada masyarakat, terutama dari sisi penurunan daya beli.

“Secara year on year, inflasi ini tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Inflasi itu dampak yang paling jelas ke daya beli masyarakat,” ujar Agus di Kantor BPS Provinsi Bali pada Selasa (1/9/2026).

Tekanan Terbesar Berada pada Daya Beli Warga

Kenaikan harga barang dan jasa secara umum ini berpotensi mengurangi kemampuan konsumsi rumah tangga. Ketika laju inflasi lebih tinggi dari sebelumnya, setiap kenaikan harga kebutuhan pokok akan lebih terasa memberatkan anggaran belanja harian warga Bali.

Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha, sebab daya beli yang melemah dapat berpengaruh pada aktivitas ekonomi lokal hingga sektor pariwisata yang menjadi penopang utama perekonomian Bali.

Data inflasi per Agustus 2026 ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Bali dalam menyusun langkah pengendalian harga, khususnya menjelang momen-momen yang berpotensi memicu kenaikan permintaan di pasar.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: bali.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top