Film Falling House Karya Sutradara Iran Mohsen Gharaei Raih Debut di Venice

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 01 September 2026 | 18:18:31 WIB
Sutradara Iran Mohsen Gharaei menghadiri pemutaran perdananya di Venice Film Festival, membawa film Falling House dalam seleksi Orizzonti.

BALI — Empat tahun berlalu sejak gelombang protes "Woman Life Freedom" dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi pada 16 September 2022. Dari rangkaian peristiwa itu, sutradara Iran, Mohsen Gharaei, menghadirkan Falling House, sebuah film alegoris yang mengkritik budaya patriarki di bawah rezim Republik Islam. Karya ini resmi masuk dalam seleksi seksi Orizzonti di Venice Film Festival tahun ini.

Sinopsis: Tiga Generasi Perempuan di Tengah Tekanan Keluarga

Falling House mengikuti kisah tiga generasi perempuan dari keluarga yang secara ekonomi rapuh. Mereka hidup di bawah bayang-bayang ayah yang tampak baik dan penurut, namun perlahan menunjukkan sisi gelap ketika otoritasnya ditantang.

Sang ayah, diperankan oleh Farhad Aslani, disebut bekerja sebagai algojo penjara. Sementara Ensi, anak sulung yang dimainkan Laleh Marzban, diam-diam berencana pindah ke Turki untuk mengejar karier sebagai model. Rima Raminfar memerankan ibu yang tabah, dan Elena Khakbaz tampil perdana di layar lebar sebagai anak bungsu, Jenan, yang kerap dibully di sekolah karena pekerjaan ayahnya.

Protes 2022 dan Perjuangan Melawan Sensor

Gharaei menulis draf pertama pada 2018, tetapi mengaku baru menemukan momentum setelah protes 2022 pecah. "Protes terjadi empat tahun kemudian, tetapi alasan yang membawa masyarakat ke titik itu sudah ada sejak awal. Saya selalu ingin bercerita ini, tapi Woman Life Freedom memberi saya alasan yang lebih kuat untuk mewujudkannya," jelasnya dalam wawancara eksklusif.

Sang sutradara memilih jalur kompromi dengan pemerintah untuk mendapatkan izin produksi resmi. "Kami memberikan mereka semacam skrip palsu untuk mendapatkan izin tertulis agar bisa syuting," ungkap Gharaei. Ia menegaskan, masalah terbesar sebenarnya bukan soal aturan berhijab, melainkan kritik tajam terhadap struktur sosial masyarakat Iran yang ia sampaikan lewat film ini.

Ancaman dan Pengasingan Setelah Film Rilis

Kini, Gharaei hidup dalam pengasingan. Rumah dan asetnya disita, ia menerima ancaman pembunuhan, dan media pemerintah disebut melancarkan kampanye disinformasi besar-besaran terhadap dirinya. "Jika saya kembali, saya pasti akan dipenjara," kata Gharaei.

Milad Khosravi, produser utama dari Seven Springs Pictures, menambahkan bahwa Gharaei telah menerima ribuan pesan bermusuhan di media sosial. "Mengingat skala ancaman tersebut, sangat berbahaya baginya untuk kembali ke negara," ujar Khosravi.

Dua Film Iran di Venice dan Kontroversi Hijab

Falling House menjadi satu dari dua film Iran yang tayang di Venice tahun ini, bersama A Bit Of Light arahan Ali Asgari yang bersaing untuk Golden Lion. Pemilihan film ini di Venice sempat memicu kemarahan media pro-rezim setelah foto Laleh Marzban tampil tanpa hijab beredar.

Film ini diproduksi oleh Seven Springs Pictures bersama RaeFilm Studios, dengan musik dari komposer Max Richter. Falling House adalah film pertama Gharaei setelah lima tahun vakum, menyusul masa jeda yang ia ambil sebagai bentuk protes terhadap pembatasan pemerintah. Sebelumnya, dua filmnya—Blockage (2017) dan Majority (2021)—sukses di box office domestik, dengan Majority meraih hadiah juri di Fajr Film Festival.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top