BANYUWANGI — Insiden mati mesin yang menimpa KMP Perkasa Prima 5 berakhir tanpa korban jiwa. Kapal yang tengah berlayar dari Dermaga LCM Gilimanuk, Bali, menuju Dermaga LCM Ketapang, Banyuwangi, itu kehilangan daya gerak sekitar 25 menit setelah berangkat.
Kapal mengangkut 23 penumpang dewasa, 2 anak-anak, serta 15 unit kendaraan dari berbagai golongan saat insiden terjadi pada pukul 16.25 WITA.
KMP Perkasa Prima 5 bertolak dari Gilimanuk pada pukul 16.00 WITA. Kondisi cuaca saat itu terpantau cerah dengan gelombang dan angin berkategori sedang.
Namun, sistem mesin utama kapal tiba-tiba mengalami blackout di tengah lintasan perairan Selat Bali. Akibatnya, kapal kehilangan daya dorong dan mulai terombang-ambing terbawa arus ke arah selatan.
Respons pertolongan dilakukan cepat. Pada pukul 17.00 WITA, KMP Prima Jaya dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang hanyut.
Proses pemindahan penumpang terekam dalam sebuah video yang diunggah salah seorang penumpang. Dalam rekaman tersebut, terlihat seluruh penumpang telah mengenakan pelampung dan dipindahkan satu per satu ke kapal penolong.
"Ini hampir magrib, naik kapal tapi kapalnya hanyut mati mesin. Ini ditolong kapal prima kaya," ujar seorang pria berambut putih dalam video tersebut.
Seluruh kendaraan yang diangkut KMP Perkasa Prima 5 terpaksa ditinggalkan di kapal yang hanyut. Prioritas utama saat evakuasi adalah keselamatan seluruh penumpang.
"Iki seng diangkut orangnya. Kendaraan disana semuanya, gpp yang penting orangnya selamat," jelas pria tersebut dalam video.
Berdasarkan laporan Basarnas Banyuwangi, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Belum ada keterangan resmi mengenai penanganan lanjutan terhadap kapal dan kendaraan yang masih berada di lokasi kejadian.