DENPASAR — Pagelaran Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar sukses menyedot perhatian warga dan wisatawan di kawasan Pantai Mertasari, Sanur. Beragam jenis layangan khas Bali seperti Bebean, Pecukan, dan Janggan tampak menghiasi langit, menandai pembukaan festival yang berlangsung hingga Minggu (30/8).
Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, menyebut antusiasme peserta tahun ini luar biasa. Ratusan layangan yang diterbangkan terbagi dalam kategori plastik, remaja, dan dewasa.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah kehadiran layangan bebean yang merupakan ciri khas Sanur. Menurut Wandhira, jenis layangan tersebut menunjukkan bahwa tradisi melayangan masih tumbuh subur di kawasan pesisir Denpasar.
"Layangan bebean khas Sanur turut ditampilkan dalam festival. Jenis layangan tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan kegiatan di Pantai Mertasari. Kehadirannya juga menunjukkan keberadaan tradisi melayangan yang masih berkembang di kawasan Sanur," katanya.
Festival tahun ini tidak hanya menampilkan layangan tradisional. Para peserta juga menerbangkan layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat dengan beragam bentuk dan desain, namun tetap mempertahankan karakter seni khas Bali.
Perhatian pengunjung pun tersedot ketika sejumlah layangan berukuran besar atau big size diterbangkan. Layangan kategori ini memiliki bentang sayap lebih dari enam meter, sehingga tampak mencolok dan menjadi pemandangan spektakuler saat berada di udara.
Denpasar Kite Festival disebut Wandhira bukan sekadar ajang adu layangan, melainkan ruang untuk menjaga tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus. Keberagaman jenis dan kategori yang ditampilkan membuktikan tradisi melayangan masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
"Tradisi tersebut juga terus berkembang melalui kreativitas para pelayang," ujarnya menambahkan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu menjadi agenda wisata tahunan yang memperkuat identitas budaya Kota Denpasar, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar Pantai Mertasari selama festival berlangsung.