Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026 Resmi Dibuka, Okokan dan Tari Kera Meriahkan Kawasan Suci Tabanan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:46:31 WIB
Tabuhan okokan dan kendang khas Tabanan mengiringi pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026 di kawasan Pura Tanah Lot, Jumat (28/8).

TABANAN — Tabuhan okokan dan kendang khas Tabanan menggema membuka perhelatan Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026 di kawasan Pura Tanah Lot, Jumat (28/8). Tiga penari wenara atau kera dengan balutan warna putih, merah, dan hitam menyambut Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga sebelum rombongan menuju Wantilan Pura Tanah Lot.

Wabup Dirga yang hadir mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya resmi membuka festival dengan membunyikan okokan. Prosesi pembukaan turut dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Manajer DTW Tanah Lot, serta Bendesa Adat Beraban.

Bukan Sekadar Hiburan, tapi Ruang Ekonomi Masyarakat

Wabup Dirga menegaskan festival ini memiliki peran strategis dalam menjaga seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, Tanah Lot dengan daya tariknya yang luar biasa harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan ke khalayak lebih luas.

"Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas," ujar Dirga di sela acara.

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata di Tabanan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Destinasi wisata tidak hanya diharapkan mendatangkan kunjungan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, serta masyarakat lokal untuk berkembang.

Pariwisata Harus Menggerakkan Ekonomi Warga

Dirga menekankan bahwa kedatangan wisatawan ke Tanah Lot harus berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Pergerakan ekonomi masyarakat, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif menjadi target utama yang terus didorong dalam penyelenggaraan festival tahunan ini.

"Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama," imbuhnya.

Ia berharap festival ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Dirga juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan kesakralan kawasan Tanah Lot.

Aneka Kuliner dan Kerajinan Mewarnai Area Pameran

Usai prosesi pembukaan, Wabup Dirga bersama rombongan meninjau deretan stan pameran kerajinan dan kuliner yang ditata dengan sentuhan arsitektur tradisional. Aneka kuliner khas Bali seperti nasi be gulung, tipat blayag, serta beragam jajanan Bali memenuhi area pameran.

Festival yang berpusat di salah satu destinasi wisata dunia ini menjadi ruang pertemuan antara kreativitas masyarakat, seni tradisi, kuliner lokal, dan wisatawan. Tema "Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya" yang diusung bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: tatkala.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top