Buleleng Siapkan Venue Cricket Standar Internasional untuk Porprov Bali 2027, Bidik Kualifikasi Piala Dunia T20

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:06:31 WIB
Bali International Cricket Oval di Desa Sanggalangit, Gerokgak, disiapkan sebagai venue Porprov Bali 2027.

SINGARAJA — Buleleng mulai memposisikan diri sebagai salah satu basis pengembangan olahraga cricket di Indonesia. Peluang itu menguat setelah Bali International Cricket Oval di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, diproyeksikan menjadi venue Porprov Bali 2027 sekaligus pintu masuk gelaran pertandingan internasional.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan KONI Buleleng bersama Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) dan perwakilan International Cricket Council (ICC) East Asia-Pacific, Kamis (13/8). Penggunaan lapangan berstandar internasional itu untuk ajang olahraga tingkat provinsi disebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Lapangan Berstandar ICC di Atas Lahan 5 Hektare

Bali International Cricket Oval dibangun secara pribadi di atas lahan sekitar 5 hektare. Kompleks ini memiliki dua lapangan utama yang dirancang memenuhi standar internasional, dengan latar kebutuhan memperkuat ekosistem pembinaan cricket nasional.

Selama ini, kemampuan atlet cricket Indonesia dinilai sudah menunjukkan perkembangan, tetapi belum sepenuhnya ditunjang fasilitas latihan dan pertandingan yang memadai. Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav, menegaskan pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari dorongan meningkatkan kualitas olahraga Indonesia.

“Motivasi utama tentu untuk membangun olahraga Indonesia. Kita lihat atlet-atlet Indonesia sudah berjuang sangat luar biasa, sayangnya kita belum punya lapangan yang memadai di Indonesia,” ujarnya.

Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia T20 Putri

Keberadaan fasilitas di Sanggalangit tidak hanya diarahkan untuk kompetisi lokal. Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Kualifikasi Piala Dunia T20 Putri wilayah Asia Timur-Pasifik pada Mei 2027. Kompetisi tersebut diperkirakan diikuti delapan negara dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.

Turnamen ini menjadi bagian dari jalur kualifikasi menuju Piala Dunia T20 Wanita 2028. Sejumlah negara yang dijadwalkan ambil bagian antara lain Indonesia, Jepang, Filipina, dan Papua Nugini.

ICC East Asia-Pacific Regional Manager, Toby Cohen, menilai keberadaan Bali International Cricket Oval dapat memberi arti penting bagi masa depan cricket Indonesia. Kualifikasi Piala Dunia T20 Putri yang akan berlangsung di Indonesia disebut menjadi salah satu agenda cricket terbesar yang pernah digelar di Tanah Air.

“Visinya adalah memperkenalkan tempat ini secara internasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah opsi berkelas dunia untuk menjadi tuan rumah cricket internasional,” ujarnya.

KONI Buleleng: Venue Ini Buka Ruang Pembinaan Atlet

Bagi Buleleng, peluang tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan pertandingan. Venue internasional itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperluas agenda kompetisi cricket di daerah.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyambut positif keberadaan Bali International Cricket Oval. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi Buleleng untuk mengembangkan atlet sekaligus membawa nama daerah melalui olahraga.

“Kami sangat mendukung keberadaan lapangan ini karena pasti akan bermanfaat untuk perkembangan olahraga cricket di Bali maupun di Buleleng, khususnya di Buleleng,” ujarnya.

Supriatna berharap, Bali International Cricket Oval tidak hanya menjadi tempat pertandingan. Venue tersebut diharapkan berkembang sebagai pusat pembinaan dan berbagai kegiatan cricket dengan cakupan nasional hingga internasional.

“Venue baru ini membuka kesempatan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan cricket di Indonesia,” kata dia.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: koranbuleleng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top