DENPASAR — Upaya penyelundupan narkotika jenis hasish melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali digagalkan. Seorang penumpang perempuan warga negara Kazakhstan berinisial VM (25) ditangkap setelah petugas gabungan BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam kopernya.
Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana mengungkapkan, penindakan dilakukan pada Selasa (4/8) saat VM tiba dari Bangkok, Thailand. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemasan tersebut berisi gel yang diduga hasish dengan berat mencapai 1.079 gram bruto.
Sadana menjelaskan, paket narkotika tersebut sengaja disamarkan di antara tumpukan pakaian dan aksesori wanita di dalam koper. Modus ini diduga kuat digunakan untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan bagasi di bandara.
"Dalam pemeriksaan, petugas menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam koper milik VM," kata Sadana di Denpasar, Rabu.
Dari pemeriksaan awal dan analisis alat komunikasi milik VM, petugas menduga perempuan tersebut tidak bekerja sendiri. VM mengaku diperintah oleh seorang perempuan yang berada di Kazakhstan untuk membawa koper berisi hasish ke Bali dan menyerahkannya kepada seseorang yang identitasnya belum diketahui.
Menindaklanjuti keterangan tersebut, Tim Pemberantasan BNNP Bali melakukan pengembangan dengan kontrol komunikasi antara VM dan sosok yang diduga sebagai pengendali. Namun, berdasarkan data perlintasan keimigrasian, perempuan yang diduga sebagai pengendali itu tercatat telah meninggalkan Indonesia sejak 2020.
Putu Sadana menegaskan bahwa hasish merupakan narkotika golongan I yang peredarannya di Bali cukup marak. Kelompok warga negara asing menjadi salah satu perhatian utama dalam pengawasan peredaran gelap narkotika di Pulau Dewata.
"Saat ini, VM beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan serta proses pengembangan lebih lanjut," ungkap Sadana.
BNNP Bali masih mendalami jaringan di balik penyelundupan ini. Fokus penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pihak yang menjadi pengendali serta calon penerima koper berisi hasish di Bali. Petugas juga melakukan profiling terhadap sosok pengendali yang disebut berada di Kazakhstan.