BALI — Mitsubishi memutuskan menempuh jalan berbeda untuk elektrifikasi lini produknya di pasar global. Alih-alih mengembangkan platform sepenuhnya secara mandiri, pabrikan asal Jepang ini menggandeng Foxtron—divisi otomotif Foxconn—untuk menghadirkan SUV listrik terbarunya. Hasilnya adalah ASX VR-e, kendaraan yang akarnya berasal dari Foxtron Bria yang sebelumnya dikenal sebagai Model B.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh Paultan dan menegaskan bahwa ASX VR-e bukan sekadar rebadge. Mitsubishi melakukan penyesuaian desain cukup dalam, terutama di bagian wajah mobil. Lampu depan kini mengadopsi bahasa desain khas Dynamic Shield, sementara velg didesain ulang agar selaras dengan karakter model Mitsubishi lainnya.
Meski mendapat identitas baru, sebagian besar lekuk tubuh ASX VR-e masih mempertahankan rancangan asli dari Pininfarina. Beberapa elemen aerodinamis seperti grille, door handle model flush, dan kap mesin dengan desain S-duct tetap dipertahankan untuk menjaga efisiensi energi.
Masuk ke kabin, suasana Foxtron Bria masih sangat terasa. Setir empat palang, dashboard horizontal, serta ambient lighting berbentuk lingkaran menjadi ciri khasnya. Konsol tengah didominasi layar infotainment 15,6 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital 9,2 inci di belakang kemudi.
Mitsubishi belum merilis spesifikasi resmi untuk pasar Australia. Namun, mengacu pada Foxtron Bria yang dijual di Taiwan, ASX VR-e bakal ditawarkan dalam dua konfigurasi powertrain. Versi penggerak roda belakang (RWD) menghasilkan tenaga 232 PS dengan torsi 350 Nm, ditenagai baterai LFP 57,7 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 km berdasarkan standar NEDC.
Bagi yang mendambakan performa lebih liar, varian all-wheel drive (AWD) menjadi jawabannya. Tenaga yang dihasilkan mencapai 407 PS dengan torsi 700 Nm, cukup untuk melesatkan SUV ini dari 0-100 km/jam hanya dalam 3,9 detik. Kedua versi sama-sama mendukung pengisian cepat DC hingga 134 kW, memungkinkan baterai terisi dari 10% ke 80% dalam waktu kurang dari 30 menit.
Untuk pasar Australia, Mitsubishi menyiapkan empat pilihan trim: LS, Aspire, Exceed, dan GSR. Kehadiran nama GSR menarik untuk disorot karena selama ini identik dengan model-model sporty Mitsubishi seperti Lancer Evolution atau Ralliart di masa lalu.
Mitsubishi menyebut ASX VR-e telah melewati serangkaian pengujian dan penyempurnaan yang melibatkan tim global serta regional. Tujuannya jelas: memberikan karakter berkendara yang sporty dan responsif, bukan sekadar mobil listrik yang nyaman namun flat saat dikendarai.
Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada kuartal keempat 2026, ASX VR-e akan menjadi kendaraan listrik non-kei pertama Mitsubishi di Australia. Langkah ini sekaligus menjadi ujian seberapa jauh kolaborasi dengan Foxconn mampu menghasilkan produk yang tetap punya jiwa Mitsubishi—bukan hanya sekadar mobil listrik berlogo tiga berlian.