JEMBRANA — Perputaran uang di Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno tercatat sangat deras. Berdasarkan data panitia, total transaksi yang membukukan Rp 672.733.200 tersebut didominasi oleh sektor pertanian dengan kontribusi Rp 294.699.500.
Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) menyusul dengan nilai transaksi Rp 210.514.700, sementara sektor kuliner membukukan Rp 167.519.000. Roda ekonomi yang berputar ini melibatkan sedikitnya 115 peserta yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta IKM lokal Jembrana.
Antusiasme warga yang datang langsung ke lokasi acara disebut menjadi faktor utama tingginya angka penjualan. Ketua Panitia Pasar Rakyat Jembrana, Drs. Gede Sujana, menilai gelaran ini terbukti mampu menggeliatkan aktivitas bisnis masyarakat setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Jembrana atas dukungan luar biasa. Kami berharap momentum ini dapat terus menggerakkan perekonomian daerah," tandasnya.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa gelaran ini merupakan wujud kolaborasi erat antara TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana. Ia mendorong masyarakat untuk lebih bangga menggunakan produk lokal Bali, baik komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan daerah.
"Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimal mungkin untuk Bali. Jangan sampai produk kita dijual ke luar, sementara kita justru lebih bangga membeli produk dari luar," ujarnya di sela-sela penutupan acara.
Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, yang resmi menutup kegiatan tersebut menyambut positif capaian transaksi ini. Menurutnya, angka fantastis tersebut bukan hanya soal keuntungan materiil, tetapi juga memperkokoh eksistensi produk UMKM dan IKM lokal.
"Pasar Rakyat PKK tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.
Ke depan, panitia berharap gelaran serupa dapat terus digelar secara berkala. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi modal utama untuk memastikan produk-produk karya anak daerah tidak tergerus oleh dominasi barang dari luar Bali.