Mary Earps Resmi Kembali ke WSL, Gabung London City Lionesses dengan Kontrak Dua Tahun

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 22:02:01 WIB
Mary Earps resmi bergabung dengan London City Lionesses dengan kontrak dua tahun.

BALI — Earps, 33 tahun, diperkenalkan dengan cara yang tak biasa. Klub menggelar pemotretan glamor di atas perahu di Sungai Thames dengan latar Tower Bridge. Kontras dengan delapan tahun lalu saat ia bergabung ke Wolfsburg, di mana agennya sendiri harus membeli syal dari toko klub untuk foto pengumuman dadakan.

"Energi dan usaha yang dimasukkan ke dalam pemotretan itu, saya tidak akan pernah membayangkannya bahkan lima tahun lalu," ujar Earps kepada media Inggris. "Wow, jika itu yang mereka lakukan hanya untuk mengatakan 'Hei, Mary sudah tiba,' bayangkan apa yang bisa kami lakukan ke depannya."

Alasan Pulang ke Inggris Setelah Dua Tahun di Paris

Earps mengakui keputusan pindah ke PSG pada 2023 tidak pernah ia sesali. Fasilitas latihan di Paris disebutnya sebagai yang terbaik sepanjang kariernya. Namun, kompetisi yang kurang ketat dan rasa rindu akan budaya sepak bola Inggris membuatnya goyah.

"Setiap kontrak sekarang, dengan posisi saya di karier, hanya tentang memaksimalkan sisa tenaga yang saya miliki. Dan saya ingin melakukannya di rumah," kata peraih BBC Sports Personality of the Year 2023 itu. "Kembali ke WSL, bertarung setiap pekan, bermain di depan fans, di stadion-stadion Inggris yang luar biasa—itu yang saya rindukan."

Faktor Michele Kang: Pemilik Wanita yang Aktif Turun Tangan

Salah satu faktor kunci kepindahan Earps adalah percakapan video dengan Michele Kang, pemilik London City Lionesses. Pengusaha wanita Amerika itu meluangkan waktu di tengah kesibukan bisnisnya untuk meyakinkan Earps.

"Dia menunjukkan energi nyata agar saya bergabung. Saya merasa sangat terkesan dia meluangkan waktu untuk saya," ungkap Earps. "Dia benar-benar percaya pada sepak bola wanita. Saya sangat menghormatinya."

Klub yang bermarkas di Bromley dan berlatih di Kent itu juga tengah membangun pusat latihan baru di Cobdown Park, Ditton. Earps mengaku visi klub terasa nyata, bukan sekadar janji kosong yang kerap ia temui di sepak bola wanita.

Merasa Terlupakan? Earps: "Orang Pikir Saya Sudah Menghilang"

Meski baru kembali, Earps mengakui dua tahun di Prancis membuatnya merasa dilupakan publik Inggris. "Orang bertanya apakah saya masih bermain. Kadang agak berat didengar karena saya seperti, 'Teman-teman, saya masih di sini, masih hidup dan menendang,'" katanya.

London City Lionesses finis di peringkat keenam pada debut mereka di WSL musim lalu. Dengan pengalaman Earps di Manchester United, Wolfsburg, dan PSG, klub berharap namanya bisa membangun basis penggemar sekaligus mendongkrak prestasi di lapangan.

"Saya lebih baik mencoba dan melihat ke belakang tanpa penyesalan," pungkas Earps soal keputusannya meninggalkan PSG. "Saya menyukainya, kotanya luar biasa."

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top