BALI — Kepulangan Mourinho ke Santiago Bernabeu terwujud setelah Real Madrid membayar kompensasi sebesar £13 juta (15 juta euro) kepada Benfica. Klub raksasa Spanyol itu harus menebus sang pelatih yang masih terikat kontrak di Lisbon.
Langkah ini menjadi mungkin setelah Florentino Perez memenangkan pemilihan presiden klub awal bulan ini. Perez, 79, yang menjabat sejak 2009, mengalahkan pesaingnya, taipan energi terbarukan Enrique Riquelme, dengan meraih 65 persen suara.
Janji Kampanye Perez yang Terwujud
Perez sebelumnya berjanji akan membawa pulang Mourinho jika kembali terpilih sebagai presiden. Kini janji itu terpenuhi. Real Madrid berharap sentuhan tangan dingin Mourinho bisa mengembalikan kejayaan klub yang telah memenangkan Liga Champions sebanyak 15 kali—rekor terbanyak di Eropa.
Ini adalah periode kedua Mourinho di Madrid. Sebelumnya, ia menangani Los Blancos pada 2010 hingga 2013 dan berhasil mempersembahkan satu gelar La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol.
Perjalanan Karier Setelah Madrid
Sejak meninggalkan Real Madrid, Mourinho sempat menukangi sejumlah klub elite Eropa: Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di Premier League, lalu Roma dan Fenerbahce, sebelum akhirnya kembali ke Benfica.
Pada musim terakhirnya bersama Benfica, Mourinho membawa tim berjuluk Eagles itu melewati seluruh musim Liga Portugal tanpa kekalahan. Namun, hasil impresif itu hanya cukup mengantar mereka finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Madrid Tanpa Trofi dalam Dua Musim Terakhir
Real Madrid datang ke meja perundingan dengan tekanan besar. Klub gagal meraih satu pun trofi dalam dua musim terakhir. Mereka berpisah dengan Xabi Alonso pada Januari lalu, sebelum Alvaro Arbeloa mengambil alih sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Sementara itu, Benfica sudah bergerak cepat mencari pengganti. Klub asal Portugal itu sepakat menunjuk mantan manajer Fulham, Marco Silva, untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Mourinho.
Mourinho dijadwalkan memimpin sesi latihan perdana pada pertengahan Juli. Tantangan pertamanya adalah membangun kembali mental juara di skuad yang haus gelar.