BADUNG — Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik dalam Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 yang berlangsung pada 19 hingga 21 Juni mendatang. Tiga di antaranya merupakan karateka asal Bali, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang akan bertanding di nomor kumite putri kelas -55 kilogram.
Kompetisi tahun ini mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, dan kategori Para Karate. Sistem gugur diterapkan, sementara tiga tim terbaik di kategori beregu akan mengamankan tiket menuju Karate World Cup.
Sebelas juara bertahan Asia turut ambil bagian untuk mempertahankan gelar. Negara-negara kuat seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi disebut menurunkan atlet-atlet elite mereka.
Vice President Asian Karate Federation, Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Rashid Al Ali.
Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antar-karateka di kawasan Asia. Menurutnya, karate mengajarkan nilai sportivitas, rasa hormat, dan fair play yang menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.
“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” katanya.
Hadi juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Wayan Koster atas dukungan luar biasa yang diberikan. “Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur Koster dalam seremoni pembukaan dan gala dinner bersama para delegasi, atlet, serta ofisial dari berbagai negara Asia menegaskan dukungan penuh Pemprov Bali terhadap penyelenggaraan event internasional. Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala besar.