BALI — CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan isi pertemuan tertutup tersebut. Prabowo meminta jajaran bank BUMN tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga memastikan kehadiran mereka dirasakan seluruh lapisan masyarakat—dari UMKM, sektor komersial, hingga korporasi.
"Perbankan juga diminta tidak semata-mata hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat, dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan," ujar Rosan usai pertemuan.
Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Dirut Bank Mandiri Riduan, Dirut BTN Nixon LP Napitupulu, serta jajaran komisaris seperti Kartika Wirjoatmodjo (Komut BRI) dan Febrio Nathan Kacaribu (Komisaris BNI). Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta jajaran Danantara, termasuk CIO Pandu Sjahrir.
Meskipun BI Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, pemerintah tidak memerintahkan bank BUMN untuk menahan suku bunga kredit. Rosan menegaskan tidak ada arahan khusus soal itu. "Tidak ada, tidak ada. Tidak ada ya," katanya.
Sebaliknya, bank diminta meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Menurut Rosan, kinerja perbankan saat ini sudah solid. Pertumbuhan kredit sepanjang 2025-2026 rata-rata mencapai 15%, dana pihak ketiga (DPK) masih tumbuh dua digit, dan rasio kredit bermasalah (NPL) himbara hanya berkisar 0,9% hingga 1,8%.
"Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," jelas Rosan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, juga mengaku tidak menerima instruksi khusus untuk menahan suku bunga kredit. Ia menyebut pihaknya masih mencermati dinamika pasar sebelum mengambil keputusan. "Saya tidak mendapatkan arahan itu. Kita pokoknya tetap a...", ujarnya.
Menurut Riduan, kenaikan bunga kredit akan sangat bergantung pada biaya perolehan dana dari masyarakat. Namun ia memastikan Bank Mandiri tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai pesan Presiden dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, CIO Danantara Pandu Sjahrir membantah anggapan bahwa pertemuan ini sengaja dijadwalkan bersamaan dengan pengumuman BI Rate. "Kalau bersamaan nggak dong, ini sudah dijadwalkan," ujar Pandu saat tiba di Istana.
Dengan kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai lebih dari Rp 1.100 triliun, bank-bank himbara diharapkan mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian dan profesionalitas dalam penyaluran kredit.