DENPASAR — Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana resmi memimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Ia menggantikan Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin yang kini dipercaya sebagai Kepala BNN Provinsi Banten. Pelantikan berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Galungan, Rabu (17/6/2026).
Putra Sedana bukan wajah baru di Pulau Dewata. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 ini memulai kariernya di Polda Bali, dari Sat Samapta Polres Buleleng, Polsek Ubud, Kasatreskrim Polres Bangli, hingga Kapolsek Kuta. Ia juga pernah menjabat Kapolres Tabanan pada 2015 sebelum kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Wakapolrestro Bekasi.
Jenderal bintang satu ini mengawali debutnya di Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat sebelum kembali ke Bali. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, Kabidkum Polda Metro Jaya, dan Pati Barhakam Polri yang ditugaskan di MPR.
Pengalaman internasionalnya tak kalah mentereng. Ia pernah tergabung dalam Kontingen Garuda XXIV, mengikuti pelatihan hostage negotiation di New Mexico, hingga program counter child sex abuse di Tokyo. Putra Sedana juga menyelesaikan pendidikan di FBINA-Quantico Amerika Serikat (2008) dan Vicenza, Italia (2007).
Kembali bertugas di kampung halaman, Putra Sedana mengaku bangga. Ia menegaskan Bali sebagai destinasi wisata dunia menjadi perhatian internasional dan nasional, sekaligus tantangan besar dalam pemberantasan narkotika.
“Suatu kebanggaan bagi saya untuk kembali ke Pulau Dewata dan dapat menjadi bagian dalam melindungi dan melayani masyarakat Bali dari ancaman bahaya narkotika,” ujarnya.
Ia memohon dukungan masyarakat untuk mewujudkan Bali Bersinar (bersih narkoba) melalui semangat war on drugs for humanity. Sebelum menjabat Kepala BNNP Bali, pada 2025 ia dipercaya sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI.