BALI — Pusat Pemadam Kebakaran Hutan Krasnoyarsk mencatat lonjakan drastis luas area terdampak dalam sepekan terakhir. Jika pada 13 Juni kebakaran masih meliputi 16.656 hektar, angka itu membengkak menjadi 62.600 hektar pada pagi 17 Juni. Dari total titik api yang masih menyala, sebagian besar berada di medan terjal dan sulit diakses—memaksa petugas mengandalkan penerjunan dari udara.
Pejabat setempat mengaitkan percepatan penyebaran api dengan dua faktor: kenaikan suhu dan wabah besar ulat sutera Siberia. Hama itu telah mematikan banyak pohon, meninggalkan tumpukan kayu lapuk yang mudah terbakar. "Secara total, lebih dari 1.400 personel secara aktif memerangi kebakaran hutan, dengan dukungan 30 pesawat pemadam kebakaran dan 30 kendaraan darat khusus," demikian pernyataan resmi Pusat Pemadam Kebakaran Hutan Krasnoyarsk.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, lebih dari 350 personel tambahan dikerahkan dari Republik Buryatia dan wilayah Zabaikalsky. Dalam 24 jam terakhir, tim pemadam berhasil memadamkan 21 kebakaran seluas 3.400 hektar dan mencegah 25 titik api lain meluas.
Petugas mengandalkan sistem pemantauan berlapis yang memadukan drone, satelit, kamera pengawasan, patroli darat, dan pengintaian udara. Jaringan ini dirancang untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran baru sebelum menyebar tak terkendali. "Situasi tetap terkendali sepenuhnya dan tidak ada ancaman terhadap daerah permukiman," konfirmasi Pusat Kebakaran Hutan Krasnoyarsk melalui akun VKontakte mereka.
Wilayah Krasnoyarsk telah menetapkan status darurat kebakaran hutan sejak 10 Juni. Berdasarkan perintah tersebut, masyarakat dilarang memasuki hutan, menyalakan api unggun, membakar sampah atau rumput, serta melakukan aktivitas berbahaya lain yang berpotensi memicu kebakaran. Larangan ini berlaku selama status darurat masih dicabut.
Kebakaran hutan di Siberia bukan fenomena baru, namun kombinasi suhu ekstrem dan wabah hama membuat musim kebakaran tahun ini lebih agresif. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan api dari udara dan darat, sembari menyiagakan personel cadangan jika titik api kembali meluas.