Turis Asing dan Sopir Taksi Baku Hantam di Depan Gigi Susu Batu Bolong Canggu, Picu Macet Panjang, Berakhir Damai

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:02:01 WIB
Keributan antara turis asing dan sopir taksi terjadi di depan Gigi Susu Batu Bolong, Canggu.

BADUNG — Keributan antara wisatawan mancanegara dan pengemudi taksi lokal mewarnai hiruk-pikuk kawasan wisata Canggu, Senin siang. Peristiwa itu terjadi tepat di depan Gigi Susu, salah satu ikon kafe di Jalan Pantai Batu Bolong, dan sempat menyita perhatian pengunjung serta pengguna jalan lainnya.

Aksi Saling Ludah Berujung Perkelahian

Menurut keterangan saksi di lokasi, insiden berawal dari cekcok mulut antara sopir taksi dan turis asing tersebut. Pertengkaran yang awalnya hanya adu mulut itu kemudian memanas ketika salah satu pihak meludahi lawannya. Aksi saling ludah itu pun memicu perkelahian fisik di tengah jalan.

“Mereka saling dorong dan pukul. Lumayan ramai yang nonton, soalnya kan di depan kafe,” ujar seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya. Perkelahian itu berlangsung beberapa menit sebelum warga dan petugas keamanan setempat berhasil melerai.

Macet Parah di Jalan Pantai Batu Bolong

Dampak dari keributan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Pantai Batu Bolong langsung tersendat. Jalan yang merupakan akses utama menuju Pantai Batu Bolong itu pun mengalami kemacetan panjang. Banyak kendaraan yang harus merayap pelan atau mencari jalur alternatif karena penumpukan penonton di lokasi kejadian.

Kemacetan berlangsung sekitar 30 menit hingga situasi kembali kondusif dan kedua pihak dibawa ke pos keamanan terdekat untuk dimediasi.

Berakhir Damai Tanpa Laporan Polisi

Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak yang terlibat perkelahian sepakat untuk berdamai. Tidak ada laporan polisi yang dibuat terkait insiden tersebut. Aparat keamanan setempat memastikan situasi di kawasan Canggu telah kembali normal dan kondusif.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengunjung dan pelaku usaha di kawasan wisata untuk selalu mengedepankan kesabaran dan komunikasi yang baik. Keributan kecil di ruang publik tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas warga lainnya.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top