JEMBRANA — Kepanikan terjadi di tengah keramaian hajatan warga di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Senin (15/6/2026). Seekor anjing jantan berwarna cokelat kekuningan berusia sekitar tiga tahun tiba-tiba masuk ke lokasi acara dan langsung menyerang warga.
Anjing tersebut sempat diusir oleh warga, namun kembali lagi dan menggigit beberapa orang hingga akhirnya pergi setelah dilempar dan diusir paksa. Keesokan harinya, Selasa (16/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, hewan itu terlihat mengalami gangguan pergerakan tubuh atau inkoordinasi. Anjing tersebut ditemukan mati pada pagi harinya dengan gejala yang menyerupai rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengonfirmasi tiga orang mengalami luka gigitan akibat serangan tersebut. "Berdasarkan hasil pendataan kami, benar adanya kasus gigitan hewan penular rabies (HPR). Aksi agresif anjing tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka gigitan, dua di antaranya masih balita," ungkap Sugiarta kepada detikBali, Selasa (16/6/2026).
Ketiga korban mengalami luka di bagian tubuh berbeda. Sodikun (47) mengalami luka di betis kiri, Husain (5) mengalami luka di paha kanan, dan Nara (4) menjadi korban termuda. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, korban Nara diketahui belum dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis atau vaksin antirabies (VAR).
Hingga kini, status vaksinasi anjing ras tersebut belum diketahui secara pasti. Pemilik hewan disebut sedang sakit sehingga anjing peliharaannya kurang terawat. Dinas Pertanian Pangan Jembrana telah mengambil sampel otak anjing untuk memastikan status rabies pada hewan tersebut.
"Kami sudah melakukan pengambilan sampel otak anjing guna memastikan status rabies, serta melakukan pelacakan terhadap para korban agar segera mendapatkan suntikan VAR secara lengkap. Anjing tersebut juga sudah dilakukan penguburan oleh warga," tandas Sugiarta.