BALI — La Furia Roja tengah menjalani pemusatan latihan menjelang laga internasional. Dalam salah satu sesi, Gavi yang dikenal sebagai gelandang bertipe pekerja keras, melakukan tekel cukup keras kepada Rodri. Momen ini sempat menarik perhatian karena keduanya merupakan pilar penting di lini tengah Spanyol.
Rodri menegaskan bahwa kejadian tersebut adalah hal yang wajar dalam latihan. Ia menilai agresivitas Gavi justru menjadi salah satu kelebihan yang membuat pemain Barcelona itu tampil menonjol.
"Saya tidak punya masalah dengan itu. Gavi bermain dengan intensitas tinggi, itu gaya alaminya," ujar Rodri dalam wawancara dengan media Spanyol. Ia menambahkan bahwa dalam tim, semua pemain saling mendorong untuk tampil maksimal.
Meski memaklumi, Rodri mengaku sempat mengingatkan Gavi agar tidak berlebihan. Bukan karena dirinya merasa terganggu, melainkan demi menjaga kondisi fisik sang pemain muda.
"Saya hanya bilang, 'Tenang, kawan. Ini latihan, bukan final.' Kami semua butuh dia fit untuk pertandingan sebenarnya," kata Rodri. Pesan ini disampaikan dengan nada santai, mencerminkan hubungan baik di antara para pemain inti Spanyol.
Gavi, yang masih berusia 19 tahun, sudah menjadi langganan di skuad utama Spanyol. Gaya bermainnya yang agresif dan tanpa kompromi kerap menjadi senjata tim pelatih untuk memenangkan duel di lini tengah. Statistik menunjukkan Gavi selalu masuk dalam tiga besar pemain dengan tekel terbanyak di setiap laga yang ia mainkan.
Bagi Rodri, karakter seperti Gavi justru dibutuhkan untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di turnamen besar. "Kami punya banyak pemain teknis, tapi kami juga butuh petarung. Gavi adalah kombinasi keduanya," tambahnya.
Timnas Spanyol sendiri dijadwalkan akan melakoni laga uji coba dalam pekan ini. Kehadiran Gavi dan Rodri di lini tengah diprediksi menjadi kunci permainan La Roja.