BALI — Industri otomotif adalah panggung yang kejam. Raksasa bisa tumbang dalam semalam karena krisis minyak, kesalahan strategi, atau bahkan pembunuhan CEO. Namun sebelum benar-benar lenyap, beberapa pabrikan ini sempat menorehkan karya yang justru lebih dikenal ketimbang nama perusahaan mereka sendiri.
AMC Eagle (1980) dianggap sebagai nenek moyang crossover modern. Mobil keluarga ini dipasangi penggerak empat roda serius dengan ground clearance tinggi untuk melibas salju dan medan berat. AMC juga lebih dulu membuat SUV-coupe lewat Eagle SX/4 dua pintu. Sayang, pembelian oleh Renault pada 1979 dan pembunuhan CEO Georges Besse pada 1986 oleh teroris membuat merek ini dijual ke Chrysler pada 1987.
Berbeda lagi dengan Amphicar Model 770 (1961). Hibrida mobil-perahu ini menggunakan mesin empat silinder Triumph yang bisa memutar roda belakang atau baling-baling plastik di bawah bumper. Presiden AS Lyndon Johnson bahkan punya satu dan suka menakuti tamunya dengan pura-pura rem blong saat melaju ke danau. Produksi berakhir 1967 setelah hanya 4.000 unit, dan hingga kini tak ada pabrikan lain yang berani memproduksi massal mobil amfibi penumpang.
Austin-Healey 3000 (1959) menjadi salah satu mobil sport Inggris terhebat. Mesin 3.0 liter dan rem cakram depan membuatnya tangguh di reli Eropa, tapi pembeli Amerika yang doyan convertible menghabiskan sebagian besar produksi. Kesepakatan Austin dan Healey berakhir 1972, dan nama ini kini dimiliki SAIC milik China.
De Tomaso Pantera (1971) dirancang Alejandro De Tomaso dengan bentuk memukau dan mesin V8 Ford di belakang kursi. Elvis Presley bahkan disebut-sebut sering menembaki mobilnya karena masalah keandalan. Ford berhenti impor ke AS pada 1975, tapi produksi Eropa bertahan hingga 1992. Merek ini mati total pada 2004.
Facel Vega Excellence (1958) adalah upaya Prancis menantang Rolls-Royce. Dengan pintu belakang suicide door dan interior buatan tangan, mobil ini menjadi andalan industri otomotif Prancis. Tapi persaingan ketat dari Mercedes-Benz memaksa Facel Vega tutup pada 1964.
NSU Ro80 (1967) dipuji sebagai mobil keluarga masa depan berkat desain aerodinamis dan mesin rotary Wankel twin-rotor. Namun masalah keandalan mesin dan krisis minyak pertama menghancurkannya. Klaim garansi besar-besaran membuat Volkswagen mengambil alih, lalu menggabungkan NSU dengan Auto-Union pada 1969. Mobil terakhir NSU, Ro80, keluar pada 1977.
Sebelum Volkswagen mengklaim sebagai pionir hot hatch, Autobianchi A112 Abarth (1971) sudah lebih dulu hadir. Mesin 58 hp pada versi awal naik menjadi 70 hp. Fiat mengambil alih penuh pada 1968, lalu melipatnya ke Lancia hingga merek ini lenyap pada 1995.
Daimler SP250/Dart (1959) punya mesin V8 2.5 liter yang unik dan mampu melaju 120 mph. Mobil ini terkenal digunakan polisi Inggris untuk mengawasi kecepatan di jalan tol M1. Daimler dijual ke Jaguar pada 1960 dan menjadi mobil badge-engineered hingga mereknya hilang pada 2007.
Tatra 613 (1974) mempertahankan konfigurasi mesin belakang seperti Porsche 911. Didandani Vignale dari Italia, mobil ini jadi salah satu yang paling prestisius dari Eropa Timur era Soviet. Sayangnya, Tatra juga jadi favorit KGB—Anda tak ingin melihatnya parkir di depan rumah jam 2 pagi. Produksi mobil berhenti 1999, tapi Tatra masih hidup sebagai produsen truk kecil.
DeSoto Model K (1928) mencetak rekor penjualan 81.065 unit di tahun pertama, rekor yang bertahan puluhan tahun. Tapi setelah Chrysler membeli Dodge pada 1928, kedua merek saling tumpang tindih. Resesi 1958 menghantam DeSoto dan Chrysler menutupnya pada 1961.
Oldsmobile 4-4-2 (1964) identik dengan performa tanpa basa-basi. Kolaborasi dengan Hurst menghasilkan versi 390 hp. Tapi pada 1972, nama ini turun status jadi paket opsi. Oldsmobile mati pada 2004 karena produknya kalah bersaing dengan merek GM lain.
Pontiac Firebird (1967) lahir dari larangan GM membuat dua-seater yang bisa bersaing dengan Corvette. Alhasil, Firebird berbagi platform dengan Camaro dan bertahan hingga 2002. Pontiac dihentikan pada 2010 setelah krisis keuangan global.
Beberapa pabrikan ini memang sudah tiada, tapi DNA mereka masih hidup. Pabrik AMC di Normal, Illinois, kini milik Rivian yang memproduksi pikap listrik. Nama Triumph Cars kini jadi milik BMW. Sementara Morris—yang memproduksi 1,4 juta unit Minor—kini bagian dari SAIC China. Setiap mobil dalam daftar ini adalah pengingat bahwa inovasi tak selalu menjamin kelangsungan hidup, tapi pasti meninggalkan jejak.