Test Drive Wuling Eksion PHEV: Suspensi Dewasa dan Tenaga Instan Sepanjang Yogyakarta-Cilacap

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 09:53:31 WIB
Wuling Eksion PHEV menunjukkan kenyamanan suspensi yang matang di rute Yogyakarta-Cilacap.

BALI — Wuling memberi kami jatah mengemudi di etape pertama dari Yogyakarta menuju Cilacap. Begitu masuk ke ruang kemudi, posisi mengemudi yang tinggi langsung terasa — persis seperti SUV murni. Perjalanan ini sepenuhnya melewati aspal, tapi konturnya beragam: mulus, bergelombang, hingga sedikit berbatu. Kondisi ini jadi ajang uji ideal untuk menilai kenyamanan dan bantingan suspensi.

Bantingan Suspensi yang Tidak Kaku di Segala Medan

Eksion PHEV sebasis dengan Darion, namun karakter suspensinya terasa lebih dewasa. Guncangan dari jalan bergelombang dan aspal pecah berhasil diredam dengan baik. Bahkan saat melewati speed trap, sensasinya nyaris sama seperti melibas aspal biasa — hampir tidak ada hentakan berarti yang masuk ke kabin.

Kenyamanan ini menjaga semua penumpang tetap betah selama perjalanan panjang. Suspensi tidak terlalu keras untuk kondisi jalan Indonesia, tapi juga tidak limbung saat diajak bermanuver di tikungan.

Tenaga 200 dk: Kombinasi Mesin dan Motor Listrik yang Instan

Eksion PHEV mengandalkan dua sumber tenaga: mesin bensin dan motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga 200 dk yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Begitu melaju dengan baterai penuh, mobil sepenuhnya bergerak menggunakan motor listrik.

Namun, jarak tempuh EV mode yang diklaim lebih dari 100 km tidak sepenuhnya tercapai di rute ini. Sepanjang jalan menuju Cilacap yang berkelok tajam dan menanjak, motor listrik bekerja lebih keras sehingga kami hanya mencatat sekitar 80-an km sebelum baterai habis. Saat baterai mulai kosong, mesin bensin langsung mengambil alih — sekaligus mengisi ulang daya baterai melalui konversi tenaga dan regenerative braking dari deselerasi.

Sensasi Kickdown yang Menjambak dan Efisiensi Bahan Bakar

Setelah baterai terisi kembali, mobil bisa bergerak lagi dengan tenaga listrik murni. Hasilnya, tenaga kombinasi terasa impresif. Muntahan tenaganya kuat dan instan — saat melakukan kickdown, sensasinya seperti ditarik lebih dalam ke pelukan bangku. Tenaga besar yang langsung tersembur dari motor listrik membuat akselerasi terasa responsif tanpa jeda.

Dengan jarak tempuh EV mode yang cukup jauh, efisiensi bahan bakar jadi nilai jual utama. Untuk pengguna yang rutin bepergian di perkotaan dengan jarak tempuh harian di bawah 80 km, konsumsi bensin bisa ditekan drastis. Eksion PHEV membuktikan bahwa SUV hybrid tidak harus kompromi soal performa demi irit — keduanya bisa berjalan beriringan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: garduoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top