BALI — BRI mengajak karyawan dan masyarakat untuk membawa minimal lima botol plastik bekas yang bersih dan layak daur ulang ke kantor pusat BRI di Jakarta. Botol-botol tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin Reverse Vending Machine (RVM) yang secara otomatis mengonversi setiap botol menjadi insentif senilai Rp2.000.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi dalam aksi pengelolaan sampah. Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi mendorong perubahan perilaku sehari-hari di lingkungan kerja.
“BRI terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada program, tetapi juga pada penguatan partisipasi aktif Insan BRILiaN dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui kegiatan pengelolaan sampah melalui Green Action BRI Peduli,” ujar Dhanny dalam keterangan resminya.
Selain aktivasi RVM, BRI juga menyediakan booth edukasi lingkungan, area interaktif, dan photobooth bertema “Yok Kita GAS – Gerakan Kelola Sampah”. Peserta bisa mengikuti permainan Wheel of Fortune untuk mendapatkan hadiah seperti produk berbahan daur ulang dan pot tanaman mini.
Melalui pendekatan partisipatif ini, BRI ingin memastikan kesadaran lingkungan tidak hanya menjadi wacana, tetapi tercermin dalam perilaku nyata. Dhanny menambahkan, ke depan perseroan akan terus memperluas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
Program Green Action BRI Peduli menjadi salah satu wujud komitmen BUMN sektor keuangan itu dalam memperkuat agenda keberlanjutan di seluruh aspek organisasi. Dengan skema insentif langsung, diharapkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah plastik semakin meningkat.