DENPASAR — Sebanyak 233.000 warga Kota Denpasar telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah setempat. Sasaran penerima manfaat program ini tidak lagi terbatas pada pelajar, melainkan meluas ke tenaga pendidik dan ibu hamil.
Perluasan sasaran ini merupakan langkah Pemkot Denpasar untuk memastikan aspek gizi tidak hanya terpenuhi di lingkungan sekolah. Tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan dan ibu hamil kini masuk dalam daftar penerima program MBG.
Kebijakan ini diambil setelah evaluasi terhadap penyaluran tahap awal yang dinilai berhasil menjangkau ribuan siswa di Denpasar. Pemerintah menilai kebutuhan gizi tenaga pendidik dan ibu hamil sama pentingnya dengan anak usia sekolah.
Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran khusus untuk program MBG yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski angka pasti anggaran tidak dirinci, program ini ditargetkan menjangkau seluruh kelurahan di Denpasar.
Distribusi makanan bergizi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan puskesmas setempat. Setiap paket makanan disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian masing-masing kelompok sasaran.
Program ini dinilai membantu mengurangi beban pengeluaran warga, terutama bagi keluarga dengan ibu hamil dan anak usia sekolah. Pemerintah berharap angka stunting dan kekurangan gizi di Denpasar bisa ditekan melalui konsistensi program ini.
Pemkot Denpasar berencana mengevaluasi program secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi akan mencakup kualitas gizi makanan, ketepatan sasaran, dan efektivitas distribusi di lapangan.