DENPASAR — Langkah pertama kepengurusan baru KONI Bali di bawah Ketua Umum I Nyoman Giri Prasta adalah inventarisasi atlet potensial. “Kami ingin olahraga di masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Langkah pertama yang kami lakukan inventarisasi atlet-atlet Bali, khususnya yang sudah meraih medali emas, perak, dan perunggu. Kami ingin pembinaan ini berkelanjutan,” ujar Giri Prasta yang juga menjabat Wakil Gubernur Bali.
GOR Ngurah Rai yang berada di pusat Kota Denpasar menjadi prioritas utama penataan. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kondisinya saat ini sudah tidak representatif. “Malu sebenarnya di tengah kota ada bangunan begitu luas, sudah jamuran dan tidak layak dilihat,” katanya.
Keterbatasan APBD membuat Pemprov Bali menggandeng pihak ketiga melalui skema investasi. Proyek ini kini memasuki tahap feasibility study. “Nanti bagian bawah akan dijadikan tempat parkir dan juga Transit Oriented Development (TOD) untuk subway. Sementara bagian atas menjadi fasilitas olahraga,” jelas Koster.
Fasilitas olahraga di kawasan itu akan tetap gratis digunakan KONI dan masyarakat. Area komersial dikelola berbayar oleh investor. “Sebenarnya tidak perlu membebani APBD. Karena fasilitas sebesar itu kalau dirawat penuh dengan APBD sangat berat,” tegasnya.
Menghadapi Porprov Bali 2027 dan persiapan menuju PON XXII NTT-NTB, KONI Bali menyusun strategi jangka panjang. Selain renovasi venue berstandar internasional, pembinaan atlet dirancang masuk ke sekolah-sekolah. “Ekstra kurikuler akan diarahkan sesuai kebutuhan cabang olahraga unggulan Bali,” kata Giri Prasta.
Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota sudah dimulai. Program ini diharapkan menjaring bibit atlet sejak dini, bukan hanya saat menjelang event besar.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi capaian olahraga Bali yang konsisten di papan atas PON, terutama sebagai provinsi di luar Pulau Jawa. “Saya berharap prestasi Bali pada PON mendatang lebih baik lagi,” ujarnya.
Marciano mendukung penuh langkah Bali menjadi destinasi sport tourism dunia. “Kami akan mendorong cabang-cabang olahraga menggelar event internasional di Bali. Pulau Dewata memiliki daya tarik besar bagi atlet dan masyarakat dunia,” ucapnya.
Giri Prasta memastikan seluruh program berjalan sesuai regulasi. “Kami tegak lurus dengan regulasi. Tagline kami sederhana, cara melawan hukum gampang, jawabannya hanya satu, jangan dilanggar,” tegasnya.