BANGKALAN — Bali United dipaksa menyerah dengan skor 0-2 saat bertandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan pada Selasa (5/5) sore. Kekalahan ini memutus tren positif Serdadu Tridatu dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2025/2026.
Laga pekan ini berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Tuan rumah Madura United tampil menekan dan berhasil mengamankan tiga poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri melalui permainan efektif di lini tengah dan penyelesaian akhir yang tenang.
Pertemuan kedua tim papan atas ini tidak lepas dari sorotan teknologi video assistant referee (VAR). Beberapa momen krusial di dalam kotak penalti memaksa wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau ulang rekaman video sebelum mengambil keputusan final yang menentukan hasil laga.
Drama tersebut sempat memicu protes dari para pemain di lapangan karena tensi permainan yang terus meningkat sepanjang babak kedua. Namun, keputusan wasit tetap bulat dan memberikan momentum bagi Madura United untuk menggandakan keunggulan mereka hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski tertinggal dua gol, anak asuh pelatih Bali United terus berupaya membongkar pertahanan rapat Laskar Sape Kerrab. Sejumlah peluang emas tercipta lewat skema serangan balik cepat, namun buruknya koordinasi di lini depan membuat skor tetap tidak berubah bagi tim tamu.
Kekalahan di Bangkalan menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen dan tim pelatih Bali United sebelum melakoni laga kandang berikutnya. Tim asal Pulau Dewata tersebut kini harus berjuang ekstra untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Super League demi tetap berada di persaingan juara.