DENPASAR — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Bali dan sekitarnya. Meski kondisi langit diprediksi didominasi cerah berawan, terdapat catatan penting terkait kenaikan tinggi gelombang di sejumlah titik penyeberangan utama.
Berdasarkan data pantauan BMKG per pukul 14.00 WITA, perairan di sisi selatan Bali menunjukkan dinamika yang lebih tinggi dibandingkan sisi utara. Pelabuhan Benoa, Sanur, dan Serangan menjadi titik dengan potensi gelombang paling tinggi, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tinggi gelombang di Perairan Utara Bali yang terpantau jauh lebih tenang di angka 0,5 hingga 1,0 meter. Sementara itu, untuk wilayah Perairan Selatan Bali secara umum, tinggi gelombang rata-rata diprediksi berada pada rentang 0,5 sampai 2,0 meter.
Masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan antar-pulau perlu memperhatikan perbedaan signifikan tinggi gelombang di setiap dermaga. Berikut adalah rincian kondisi di sejumlah pelabuhan pada 6 Mei 2026:
Khusus di Pelabuhan ASDP Gilimanuk, BMKG mencatat adanya potensi awan tebal yang menyelimuti kawasan tersebut, meskipun tinggi gelombang masih dalam kategori sangat rendah.
Selain faktor perairan, BMKG juga menyoroti suhu udara yang cukup terik di daratan Bali. Suhu udara maksimum diprediksi mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kecepatan angin yang bervariasi antara 4 hingga 34 kilometer per jam.
Kombinasi suhu tinggi dan embusan angin ini perlu diantisipasi oleh warga yang beraktivitas di luar ruangan. Secara umum, cuaca di Bali sepanjang Rabu besok diprediksi tetap kondusif untuk aktivitas pariwisata karena didominasi kondisi cerah berawan, meski kewaspadaan di wilayah pesisir selatan tetap menjadi prioritas utama bagi keselamatan pelayaran.