Gubernur Koster Ajak 130 ASN Bali Promosikan Endek di Fashion Day

Penulis: Rendi Kusuma  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 22:01:14 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan mendukung promosi tenun endek oleh 130 ASN dalam Dekranasda Bali Fashion Day.

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri langsung perhelatan Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (29/4). Kegiatan ini menjadi panggung bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk mempromosikan produk kerajinan lokal sekaligus berbagi rezeki dengan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Koster memberikan apresiasi tinggi kepada pimpinan perangkat daerah dan staf yang terlibat aktif dalam memajukan UMKM daerah. Menurutnya, aksi para ASN di atas panggung bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap ekosistem kreatif Bali. Penilaian khusus diberikan pada aspek keharmonisan motif, warna kostum, hingga ekspresi penampilan para peserta.

Perangkat Daerah BPBD Provinsi Bali berhasil mencuri perhatian dan mendapat penilaian tertinggi dari Gubernur. Instansi ini dinilai mampu memadukan seluruh kriteria penilaian dengan sangat baik saat berlenggak-lenggok di atas panggung.

Upaya Penyelamatan Tenun Endek dan Gringsing yang Mulai Langka

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, menekankan pentingnya penggunaan kain tenun tradisional endek sebagai busana utama. Langkah ini krusial untuk menjaga keberlangsungan produksi kain tenun yang kini mulai menghadapi kelangkaan sumber daya manusia.

“Mari kita cintai produk kain tradisional khas Bali berupa tenun endek sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan warisan leluhur. Sudah sepatutnya kain tenun tradisional endek kita temui di daerah asalnya sehingga mampu menguatkan produksi dan kelestariannya,” tegas Putri Koster saat memberikan sambutan.

Putri Koster juga menyoroti keberadaan kain gringsing di Karangasem sebagai salah satu warisan paling langka di dunia. Tenun ikat ganda ini diproduksi secara tradisional dan memiliki nilai magis yang sangat kuat bagi masyarakat Bali.

Gotong Royong Gerakkan Ekonomi IKM di Kawasan Art Center

Dekranasda Bali Fashion Day dirancang sebagai wadah kolaborasi rutin setiap satu bulan sekali. Program ini bertujuan membangun solidaritas antara birokrasi dan pelaku usaha kecil. Melalui ruang ini, desainer lokal mendapatkan kesempatan memamerkan karya berkualitas agar dikenal di level nasional maupun internasional.

“Kegiatan yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini kami rancang untuk membangun rasa solidaritas dan kerja sama antara anggota ASN dengan pelaku IKM dan UMKM. Hal ini menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi desainer, pelaku IKM dan UMKM, serta konsumen,” ungkap Putri Koster.

Sebanyak 130 peserta yang terlibat dalam edisi kali ini merupakan pejabat dan staf dari empat instansi besar. Selain BPBD Provinsi Bali, peserta berasal dari Bappeda Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Biro Organisasi Setda Provinsi Bali.

Tampilkan Tiga Kategori Busana Kerja dan Kasual

Peragaan busana ini memfokuskan pada fungsionalitas kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tiga kategori utama yang ditampilkan, yakni busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, serta busana kasual yang tetap menonjolkan identitas lokal.

Pemerintah Provinsi Bali berharap kegiatan ini mampu mengangkat citra produk lokal agar setara dengan merek nasional. Peningkatan kecintaan terhadap produk dalam negeri diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan perajin di seluruh pelosok Bali.

Melalui konsistensi penyelenggaraan Fashion Day, pemerintah daerah optimis industri fesyen berbasis budaya akan tetap eksis di tengah gempuran tren modern. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat kreativitas berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Reporter: Rendi Kusuma
Back to top