GIANYAR — Sepuluh desa di Kabupaten Gianyar mendapat pasokan 8.700 bibit tanaman untuk mengikuti Lomba Telajakan tingkat Provinsi Bali. Bibit diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP Posyandu Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, di Banjar Yangloni, Desa Peliatan, Rabu (10/6/2026).
10 Desa Wakil Gianyar di Lomba Telajakan
Desa-desa yang menjadi peserta lomba itu meliputi Desa Peliatan, Mas, Batubulan, Kemenuh, Celuk, Kedisan, Sanding, Saba, Petak Kaja, dan Kerta. Masing-masing desa diharapkan mampu menata ruang hijau di depan pekarangan rumah atau yang dikenal dengan istilah telajakan.
Telajakan merupakan ruang terbuka hijau khas Bali yang berada di antara bangunan dan jalan. Fungsinya tidak hanya estetika, tetapi juga menjadi tempat interaksi sosial dan simbol keharmonisan antara manusia, lingkungan, serta budaya Bali.
Bunga Padma Jadi Andalan Maskot Daerah
Dayu Surya mengatakan, penataan telajakan bisa menjadi sarana memperkuat identitas daerah melalui pemanfaatan tanaman khas lokal. Salah satu yang didorong adalah bunga padma, maskot Kabupaten Gianyar.
“Melalui penyaluran bibit ini, kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam menjaga dan menata lingkungan. Semangat gotong royong juga perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang nyaman dan asri,” ujarnya.
Telajakan Bukan Sekadar Tanaman Hias
Menurut Dayu Surya, keberadaan telajakan memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Ruang hijau di depan pekarangan itu menjadi tempat interaksi warga sekaligus mencerminkan filosofi keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
“Telajakan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang tertata sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun,” katanya.
Dengan dukungan bibit ini, desa-desa peserta diharapkan mampu menampilkan telajakan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mencerminkan komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal Bali.