DENPASAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali melaporkan total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata mencapai 1,4 juta jiwa pada triwulan pertama 2026. Capaian ini melampaui catatan periode Januari-Maret 2025 yang saat itu menyentuh angka 1.451.445 kunjungan.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengonfirmasi tren positif tersebut dalam penyampaian data di Denpasar, Selasa (2/4/2026). Meski tumbuh, persentase kenaikan secara kumulatif tahunan hanya berada di angka 1,04 persen.
“Kunjungan secara kumulatif dari Januari sampai dengan Maret jumlah wisman yang datang langsung ke Bali telah mencapai 1,4 juta lebih atau 1.466.546 kunjungan,” ujar Agus Gede.
Australia Mendominasi dan Lonjakan Wisman Tiongkok
Wisatawan asal Australia masih menjadi motor utama pariwisata Bali dengan kontribusi 354.079 kunjungan selama tiga bulan pertama 2026. Jumlah ini meningkat 5,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada pasar Tiongkok yang melonjak hingga 20,22 persen dengan total 157.242 kunjungan. Sebaliknya, sejumlah pasar utama lainnya justru mengalami kelesuan dalam tiga bulan pembuka tahun ini.
Data BPS menunjukkan kunjungan dari India turun tipis 0,25 persen menjadi 116.943 orang. Penurunan lebih dalam terjadi pada pasar Korea Selatan yang merosot 13,32 persen, serta Inggris yang terkoreksi 4,76 persen.
Pola Kunjungan Bulanan Mengalami Tren Menurun
Meskipun secara kumulatif triwulan meningkat, BPS menyoroti adanya anomali pada pola bulanan. Selama Maret 2026, jumlah kedatangan wisman justru turun 4,11 persen dibandingkan Februari, dengan total 472.070 kunjungan.
Agus Gede menjelaskan bahwa pola tahun 2026 berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang cenderung stabil atau fluktuatif meningkat. Pada Maret tahun ini, tren kunjungan justru terus melandai sejak awal tahun.
“Ada sedikit perbedaan pola selama tiga tahun terakhir ini. Justru di tahun 2026 ini kecenderungannya menurun dari Januari ke Februari ke Maret, mudah-mudahan di bulan-bulan selanjutnya terjadi peningkatan,” tuturnya.
Dampak Konflik Timur Tengah dan Peran Kapal Pesiar
BPS mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi kinerja pariwisata pada Maret 2026. Salah satu kendala utama adalah pembatalan sejumlah jadwal penerbangan internasional akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kondisi ini sempat menekan angka kedatangan lewat jalur udara. Namun, dampak penurunan tersebut sedikit terkompensasi oleh kedatangan kapal pesiar mewah yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar.
“Proporsinya dari Australia itu sangat mendominasi 25,37 persen atau seperempat lebih wisman yang datang ke Bali itu dari Australia untuk bulan Maret yang lalu,” kata Agus Gede menutup keterangannya.